Badan Pusat Statistik mencatat warga Kota Pekalongan mengeluarkan rata-rata 55689 rupiah per kapita setiap bulan untuk kebutuhan sabun mandi pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih tambahan pengeluaran sebesar 2863 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, tercatat pengeluaran tertinggi untuk sabun mandi terjadi pada tahun 2021 dengan nilai 67047 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kota Tegal | 2024)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran sabun mandi warga Kota Pekalongan mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Setelah tahun 2018 berada di angka 37039 rupiah, nilai ini naik secara bertahap sampai mencapai pengeluaran tertinggi di tahun 2021. Setelah tahun 2021, terjadi penurunan selama dua tahun berturut-turut yaitu sebesar 10,2 persen pada 2022 dan 12,2 persen pada 2023, sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 19,2 persen dari total pengeluaran perawatan warga, 161,8 persen dari pengeluaran kecantikan, dan hanya 16,3 persen dari pengeluaran untuk rokok dan tembakau per kapita per bulan. Sementara itu nilai ini hanya setara dengan 16,3 persen dari rata-rata pengeluaran warga untuk makanan jadi setiap bulannya. Secara keseluruhan, pengeluaran sabun mandi menyumbang 19,2 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa warga Kota Pekalongan.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Jawa Tengah, Kota Pekalongan berada di urutan ke 16 dari total 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Posisi ini berada tepat di atas Kabupaten Banyumas dan berada satu tingkat di bawah Kabupaten Wonogiri. Secara nasional, Kota Pekalongan menempati urutan ke 306 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk indikator yang sama. Di tingkat pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan ke 69.
Perbandingan Dengan Wilayah Lain Di Jawa Tengah
Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Jawa Tengah tahun 2024 secara berturut-turut adalah Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Pati. Kota Semarang mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 92921 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 15,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu Kota Salatiga justru mengalami penurunan sedikit sebesar 1,9 persen pada tahun yang sama, meskipun masih menempati urutan kedua seprovinsi.
(Baca: Populasi Babi di Kep. Bangka Belitung | 2025)
Data Pengeluaran Makanan Warga
Untuk kategori pengeluaran makanan per kapita per bulan, Kota Pekalongan menempati urutan ke 10 seprovinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 696224 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan seluruh wilayah di Jawa Tengah. Posisi ini berada satu tingkat di atas Kabupaten Banyumas dan satu tingkat di bawah Kabupaten Batang untuk indikator pengeluaran makanan.
Data Pengeluaran Bukan Makanan Warga
Sementara itu untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Pekalongan menempati urutan ke 21 dari seluruh wilayah di Jawa Tengah dengan nilai 544522 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,4 persen dibandingkan tahun 2023. Angka pengeluaran bukan makanan Kota Pekalongan berada di bawah Kabupaten Blora dan berada satu tingkat di atas Kabupaten Purworejo untuk posisi ranking seprovinsi pada tahun 2024.
Total Pengeluaran Warga
Secara keseluruhan total pengeluaran makanan dan bukan makanan warga Kota Pekalongan mencapai 1240746 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kota Pekalongan di urutan ke 17 seprovinsi Jawa Tengah. Posisi ranking ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi ranking pada tahun sebelumnya untuk indikator total pengeluaran warga.