Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Lombok Timur untuk sabun mandi pada tahun 2025 mencapai 63951 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, pengeluaran sabun mandi wilayah ini tercatat sebesar 55124 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Empat Hari Terakhir, Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures Terus Naik)
Sepanjang periode pencatatan tahun 2018 sampai 2025, pengeluaran sabun mandi masyarakat Kabupaten Lombok Timur mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2021 tercatat pengeluaran tertinggi periode tersebut sebesar 59397 rupiah, kemudian turun sedikit pada tahun 2022 sebesar 14,1 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 28,6 persen, sebelum kembali turun sedikit pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 3,2 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa masyarakat wilayah ini. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 82955 rupiah, pengeluaran makanan jadi sebesar 209567 rupiah, serta pengeluaran perawatan pribadi sebesar 38599 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur menempati urutan ke 5 dari 10 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Urutan teratas ditempati Kota Mataram dengan pengeluaran 95196 rupiah, disusul Kabupaten Sumbawa Barat 93790 rupiah, Kabupaten Sumbawa 80808 rupiah dan Kota Bima 64268 rupiah. Posisi peringkat wilayah ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Lombok Timur menempati urutan ke 6 se-provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025. Total pengeluaran bukan makanan per kapita wilayah ini mencapai 626422 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 26,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini termasuk salah satu yang tertinggi di antara seluruh wilayah di provinsi tersebut untuk kategori yang sama.
Kota Mataram
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Kepulauan Solomon 2024)
Kota Mataram secara konsisten menempati urutan pertama seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita warga kota ini mencapai 2266048 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran sabun mandi warga Kota Mataram juga yang tertinggi se-provinsi yaitu 95196 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 17,1 persen dari tahun 2024.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan kedua se-provinsi untuk pengeluaran sabun mandi tahun 2025 dengan nilai 93790 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan pengeluaran sabun mandi sebesar 24,3 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kota Mataram. Untuk total pengeluaran makanan, Kabupaten Sumbawa Barat bahkan menyalip Kota Mataram dan menempati urutan pertama se-provinsi pada tahun terakhir.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa mencatatkan pengeluaran sabun mandi sebesar 80808 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tertinggi se-provinsi yaitu 30,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ketiga untuk kategori pengeluaran sabun mandi, dan urutan ketiga juga untuk total pengeluaran masyarakat keseluruhan. Pertumbuhan pengeluaran makanan wilayah ini tercatat sebesar 9,8 persen pada tahun 2025.
Kota Bima
Kota Bima merupakan satu-satunya wilayah di lima besar peringkat pengeluaran sabun mandi yang mencatatkan penurunan pada tahun 2025. Nilai pengeluaran sabun mandi warga kota ini tercatat 64268 rupiah per kapita per bulan, atau turun sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun 2024. Meskipun demikian, wilayah ini masih berada di atas Kabupaten Lombok Timur dan menempati urutan keempat se-provinsi untuk kategori tersebut.