Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pohuwato mencapai 126842 rupiah pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,8 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 13386 rupiah per orang setiap bulannya. Angka ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode pengamatan delapan tahun terakhir sejak tahun 2018.
(Baca: DKI Jakarta Catatkan Jumlah Perusahaan Konstruksi Skala Menengah Tertinggi)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 85339 rupiah, kemudian naik sedikit selama tiga tahun berturut-turut hingga mencapai 107500 rupiah pada tahun 2022. Terjadi anomali penurunan cukup dalam pada tahun 2023 sebesar 20,9 persen menjadi 85038 rupiah, sebelum kembali naik secara signifikan selama dua tahun berturut-turut hingga tahun 2025.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini setara dengan 69,8 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang jasa, dan 94,1 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi per kapita per bulan. Nilai ini juga melebihi pengeluaran bulanan untuk sabun mandi, perawatan, serta kebutuhan kecantikan masyarakat Kabupaten Pohuwato. Perbandingan ini menunjukkan alokasi anggaran rumah tangga untuk produk rokok dan tembakau memiliki porsi yang sangat besar di wilayah ini.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Gorontalo, Kabupaten Pohuwato menempati urutan pertama pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Posisi ini melampaui lima wilayah lain di provinsi tersebut yaitu Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 271 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 34 untuk skala pulau Sulawesi.
Seluruh wilayah lain di Provinsi Gorontalo mencatat penurunan pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2025, kecuali Kabupaten Gorontalo yang naik sedikit sebesar 1,5 persen. Kabupaten Gorontalo Utara turun 7,3 persen, Kabupaten Bone Bolango turun 8,2 persen, Kota Gorontalo turun 13,9 persen dan Kabupaten Boalemo turun 10,9 persen. Hanya Kabupaten Pohuwato yang mencatat kenaikan dua digit pada tahun yang sama, sekaligus berpindah posisi dari urutan paling bawah pada tahun sebelumnya menjadi urutan tertinggi seprovinsi.
Kabupaten Pohuwato
(Baca: PDRB Kabupaten Mamasa 2025: Rp4,09 Triliun, Tumbuh 3,37 Persen)
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pohuwato mencapai 1174240 rupiah pada tahun 2025. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan keenam atau paling bawah di seluruh Provinsi Gorontalo. Sementara untuk pengeluaran makanan saja, wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 3,4 persen menjadi 648591 rupiah, dengan posisi urutan kelima seprovinsi. Pengeluaran bukan makanan justru turun 9,3 persen pada periode yang sama.
Kota Gorontalo
Kota Gorontalo secara konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2025, total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2054095 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan naik 7,6 persen menjadi 829174 rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan naik 4,6 persen. Selisih nilai total pengeluaran Kota Gorontalo hampir dua kali lipat dibandingkan Kabupaten Pohuwato pada tahun yang sama.
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita seprovinsi Gorontalo dengan nilai 1421530 rupiah pada tahun 2025. Nilai ini turun sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini turun 1,5 persen menjadi 657838 rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan naik sedikit sebesar 1,1 persen. Meskipun berada di urutan kedua provinsi, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini hanya mencapai 107832 rupiah atau 15 persen lebih rendah dibandingkan Kabupaten Pohuwato.
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo mencatat pertumbuhan pengeluaran per kapita tertinggi seprovinsi pada tahun 2025. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan naik sebesar 12,3 persen menjadi 1324916 rupiah, menaikkannya dari urutan enam menjadi urutan empat seprovinsi. Pengeluaran makanan di wilayah ini naik 14,1 persen menjadi 663390 rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan naik 10,6 persen. Pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini merupakan yang terendah seprovinsi dengan nilai 96709 rupiah per kapita per bulan.