Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Batang tahun 2025 mencapai 275129 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 9800 rupiah per orang setiap bulannya. Angka ini menjadi pengeluaran tertinggi yang tercatat selama rentang data tahun 2018 sampai dengan 2025 untuk wilayah ini.
Sepanjang delapan tahun data tercatat, terjadi satu kali penurunan signifikan yaitu pada tahun 2021 dimana angka pengeluaran turun sebesar 8,4 persen menjadi 154042 rupiah. Setelah tahun tersebut, angka pengeluaran selalu naik setiap tahunnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan penambahan sebesar 38,5 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Sarolangun 2025: Kenaikan Jadi Rp1,38 Juta per Bulan)
Untuk posisi perbandingan seprovinsi Jawa Tengah, Kabupaten Batang menempati urutan ke 7 dari 35 kabupaten dan kota yang ada. Di atas wilayah ini secara berturut-turut adalah Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Salatiga dan Kabupaten Pekalongan. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 78 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini merupakan sekitar 18,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Batang yang pada tahun 2025 mencapai 1495788 rupiah. Jika dibandingkan posisi rank pengeluaran total masyarakat, Kabupaten Batang juga menempati urutan ke 11 seprovinsi Jawa Tengah, yang menunjukkan porsi pengeluaran untuk kategori ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kabupaten lain.
Badan Pusat Statistik juga mencatat untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Batang tahun 2025 mencapai 710271 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 15 dari seluruh wilayah di Jawa Tengah. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran bukan makanan seprovinsi yang hanya mencapai 6,1 persen.
Pada lima tahun terakhir sejak 2021, rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Batang mencapai 12,3 persen setiap tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun pertama data 2018 sampai 2020 yang hanya mencatat pertumbuhan rata-rata 1,9 persen setiap tahun.
Dari data perbandingan kabupaten tetangga, tercatat Kabupaten Pekalongan yang berada di atas Kabupaten Batang pada rank tahun 2024 justru mencatat penurunan pengeluaran sebesar 1,1 persen pada tahun 2025. Sementara itu Kota Salatiga mencatat kenaikan 5,8 persen, Kabupaten Grobogan hanya mencatat kenaikan 0,5 persen dan Kabupaten Pemalang mencatat kenaikan 2,6 persen. Hingga sampai data terakhir, posisi rank Kabupaten Batang tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbandingan Pengeluaran Total Antar Wilayah
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Sarmi 2025: Lonjakan Jadi Rp1,89 Juta per Bulan)
Badan Pusat Statistik mencatat untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan tahun 2025, Kota Semarang menempati urutan pertama se Jawa Tengah dengan nilai 2551451 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan 3,1 persen dari tahun sebelumnya, dan hampir 1,7 kali lipat lebih besar dibandingkan nilai total pengeluaran masyarakat Kabupaten Batang. Di urutan kedua ditempati Kota Salatiga dengan nilai 2439521 rupiah, disusul Kota Surakarta pada urutan ketiga.
Profil Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Semarang kembali menjadi wilayah dengan nilai tertinggi se Jawa Tengah dengan angka 1548642 rupiah per kapita per bulan. Kabupaten Batang dengan nilai 710271 rupiah hanya mencapai sekitar 45 persen dari nilai pengeluaran bukan makanan Kota Semarang. Tercatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan Kabupaten Batang mencapai 15 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara 35 wilayah di provinsi ini.
Profil Pengeluaran Makanan
Pada kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan, Kabupaten Batang menempati urutan kelima se Jawa Tengah tahun 2025 dengan nilai 785517 rupiah per kapita per bulan. Posisi ini berada tepat di bawah empat kota besar di provinsi yaitu Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta dan Kota Tegal. Nilai ini mengalami kenaikan 6,3 persen dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan seprovinsi yang hanya mencapai 3,2 persen.
Pola Pertumbuhan Lima Tahun Terakhir
Sepanjang lima tahun terakhir, tercatat hanya ada satu tahun dimana pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Batang mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2021. Setelah periode tersebut, selalu terjadi kenaikan setiap tahun dengan rata-rata pertumbuhan dua digit. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Batang secara konsisten meningkatkan porsi pengeluaran untuk makanan dan minuman yang sudah siap dikonsumsi setiap tahunnya.