Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024 tercatat sebesar 228145 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 264448 rupiah. Penurunan ini menjadi penurunan terbesar yang tercatat sepanjang periode data 2018 sampai 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: 4,48% Penduduk di Kabupaten Serang Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang tujuh tahun periode data, pengeluaran aneka barang dan jasa di kabupaten ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar 17,8 persen setelah tahun dasar 2018, lalu turun sedikit pada tahun 2020. Tahun 2021 hanya naik sedikit sebesar 1 persen, kemudian kembali naik berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023. Tahun 2023 tercatat sebagai nilai pengeluaran tertinggi sepanjang periode sebelum akhirnya turun tajam pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini menyumbang sekitar 35,8 persen dari total pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024. Sementara jika dibandingkan dengan total pengeluaran keseluruhan masyarakat, bagian aneka barang dan jasa mencapai 14,8 persen. Pada kategori ini, pengeluaran terbesar masyarakat antara lain dialokasikan untuk sabun mandi, makanan jadi, serta rokok dan tembakau.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Selatan menempati urutan ke tujuh untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Urutan teratas diduduki oleh Kota Pangkal Pinang dengan nilai pengeluaran 520400 rupiah, diikuti Kabupaten Belitung Timur 378883 rupiah, Kabupaten Belitung 315138 rupiah, Kabupaten Bangka 303175 rupiah dan Kabupaten Bangka Tengah 288229 rupiah. Posisi ranking ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Bangka Selatan berada di angka 226022 rupiah. Nilai tahun 2024 hanya sedikit berada di atas rata-rata lima tahun tersebut, namun jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai 240294 rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan yang terjadi pada tahun 2024 menghapus seluruh kenaikan yang telah terjadi selama dua tahun sebelumnya.
Untuk total pengeluaran makanan, Kabupaten Bangka Selatan tetap menempati urutan terendah se-provinsi meskipun mencatat kenaikan sebesar 5 persen pada tahun 2024. Nilai pengeluaran makanan per kapita per bulan mencapai 902267 rupiah, atau sekitar 61 persen dari total pengeluaran keseluruhan masyarakat di wilayah ini. Hingga saat ini, selisih nilai pengeluaran total antara Kabupaten Bangka Selatan dengan Kota Pangkal Pinang mencapai hampir satu juta rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kalimantan Tengah 2025: Kenaikan Jadi Rp1,6 Juta per Bulan)
Kota Pangkal Pinang
Sebagai wilayah dengan ranking teratas di provinsi, Kota Pangkal Pinang mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2501340 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 9,8 persen untuk total pengeluaran, 10,6 persen untuk pengeluaran makanan dan 9,2 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Selisih nilai total pengeluaran Kota Pangkal Pinang hampir 1 juta rupiah lebih tinggi dibandingkan wilayah urutan kedua di provinsi ini, dan hampir satu juta rupiah lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bangka Selatan.
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur berada di urutan kedua seluruh indikator pengeluaran di provinsi ini. Total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2135820 rupiah tahun 2024, dengan kenaikan 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan wilayah ini mencatat kenaikan 5,4 persen, namun untuk pengeluaran bukan makanan justru mengalami penurunan sedikit sebesar 0,3 persen. Posisi ranking wilayah ini tidak berubah sejak tiga tahun terakhir.
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka menempati urutan keempat untuk seluruh kategori pengeluaran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tahun 2024 wilayah ini mencatat total pengeluaran sebesar 1825982 rupiah per kapita per bulan, atau mengalami penurunan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini naik sebesar 1 persen, namun penurunan pada kategori bukan makanan membuat total nilai keseluruhan turun. Posisi ranking wilayah ini tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Barat berada di urutan kelima untuk seluruh indikator pengeluaran masyarakat. Tahun 2024 wilayah ini mencatat total pengeluaran sebesar 1735068 rupiah per kapita per bulan, dengan kenaikan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini mengalami kenaikan 6,5 persen, menjadi salah satu kenaikan tertinggi di provinsi tahun ini. Meskipun mengalami kenaikan cukup besar, posisi ranking wilayah ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.