- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Suhu udara di Kota Yogyakarta diprakirakan menyentuh 23,0°C pada Jumat, 17 Juli 2026. Langit diperkirakan cerah pada siang hari, dengan kelembapan udara rata-rata 92 persen.
Kendati demikian, suhu tersebut masih tergolong wajar bagi Kota Yogyakarta. Rekor terpanas wilayah ini tercatat 37,2°C pada 21 Oktober 2019, menurut reanalisis iklim ERA5 yang merekam suhu harian sejak 1940.
Panas yang terasa hari ini sejatinya bagian dari kecenderungan yang lebih panjang. Sepanjang 87 tahun terakhir, suhu rata-rata harian Kota Yogyakarta terus menanjak dari 24,0°C (1940) ke 26,1°C (2026), atau naik sekitar 2,1°C. Para ilmuwan mengaitkan tren jangka panjang semacam ini dengan perubahan iklim global.
Dalam rekam jejak curah hujannya, Kota Yogyakarta mengenal dua musim yang cukup tegas. Bulan-bulan basah umumnya berlangsung pada Oktober hingga Mei, dengan puncak hujan pada Desember. Adapun musim kemarau mulai memasuki bulan Juni dan berakhir pada September.
Secara nasional, rata-rata suhu maksimum di 484 kabupaten/kota yang dipantau BMKG hari ini sekitar 29,5°C, dengan Kota Serang (Banten) tercatat sebagai yang terpanas pada 34,0°C. Suhu Kota Yogyakarta sendiri berada di bawah rata-rata tersebut.
Prakiraan suhu: BMKG. Rekam jejak historis suhu dan curah hujan: reanalisis iklim ERA5 (Open-Meteo).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | +0.08 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |