Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor perdagangan besar, eceran, reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 89.791 pekerja pada akhir tahun 2025. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan 11 tahun terakhir, mengalami kenaikan sebesar 20.290 pekerja atau tumbuh 29,19 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang tahun 2015 hingga 2025, total pertumbuhan pekerja di sektor ini mencapai 112,09 persen dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,81 persen.
(Baca: Nilai Ekspor Kendaraan Bermotor untuk Jalan Raya Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari 2026)
Sepanjang periode historis, catatan pertumbuhan menunjukkan fluktuasi dengan 7 kali periode kenaikan dan 3 kali periode penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 29,19 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2020 turun 10,38 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 14,98 persen, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya mencapai 13,79 persen. Posisi nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode pengamatan.
Selama 11 tahun berturut-turut, Nusa Tenggara Timur konsisten berada pada peringkat ke-3 di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk indikator jumlah pekerja sektor ini. Pada tahun 2025, peringkat nasional provinsi ini naik 2 posisi menjadi peringkat 20 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebagai perbandingan, Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi lain di pulau yang sama mencatatkan jumlah pekerja sektor ini sebesar 132.438 pekerja dengan pertumbuhan tahunan -7,32 persen dan berada di peringkat 2 wilayah pulau.
Nusa Tenggara Barat
Berada satu peringkat di atas Nusa Tenggara Timur di wilayah pulau yang sama, Nusa Tenggara Barat mencatatkan total 132.438 pekerja pada sektor ini tahun 2025. Meskipun memiliki jumlah pekerja absolut lebih besar, provinsi ini justru mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 7,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok perbandingan yang mencatatkan penurunan paling dalam. Posisi peringkat nasional Nusa Tenggara Barat berada di urutan 17, 3 posisi di atas NTT namun dengan tren pertumbuhan yang berbalik arah negatif.
Jambi
Jambi menempati peringkat 18 nasional tahun 2025 dengan total 103.892 pekerja di sektor perdagangan dan perawatan kendaraan. Provinsi Sumatera ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka pertumbuhan positif namun masih 10,28 persen lebih rendah dibandingkan capaian pertumbuhan Nusa Tenggara Timur pada periode yang sama. Selisih jumlah pekerja absolut antara Jambi dan NTT tercatat sebesar 14.101 pekerja, dengan jarak peringkat nasional hanya terpaut 2 tingkat.
Aceh
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Barat 2018 - 2024)
Aceh berada di peringkat 19 nasional tahun 2025 dengan jumlah pekerja sektor ini mencapai 103.355 pekerja. Pertumbuhan tahunan Aceh tercatat sebesar 9,3 persen, hampir 20 persen lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan NTT di tahun yang sama. Peringkat Aceh hanya terpaut satu posisi di atas Nusa Tenggara Timur, dengan selisih total pekerja sebesar 13.564 pekerja. Angka pertumbuhan Aceh juga merupakan tingkat pertumbuhan terendah kedua diantara seluruh provinsi dalam kelompok perbandingan.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat 21 nasional tepat satu tingkat di bawah Nusa Tenggara Timur, dengan total 73.079 pekerja pada sektor ini tahun 2025. Provinsi wilayah Sulawesi ini hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, laju pertumbuhan yang sangat jauh dibawah capaian NTT. Selisih jumlah pekerja absolut antara kedua provinsi ini tercatat mencapai 16.712 pekerja, menjadikan NTT berhasil melampaui Sulawesi Utara pada peringkat nasional tahun 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau berada di peringkat 22 nasional dengan total 69.343 pekerja sektor perdagangan kendaraan tahun 2025. Provinsi ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu dari dua provinsi yang mencatatkan kontraksi pertumbuhan pada indikator ini. Peringkat Kepulauan Riau berada dua posisi di bawah Nusa Tenggara Timur, dengan selisih jumlah pekerja mencapai 20.448 pekerja antara kedua wilayah.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati urutan paling bawah di kelompok perbandingan dengan peringkat 23 nasional, mencatatkan 68.538 pekerja pada sektor ini tahun 2025. Provinsi wilayah Kalimantan ini tumbuh sebesar 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun angka ini masih 16,3 persen lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan Nusa Tenggara Timur. Selisih total pekerja antara Kalimantan Tengah dan NTT mencapai 21.253 pekerja, dengan jarak peringkat nasional terpaut 3 tingkat.