Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Jasa Keuangan Lainnya Provinsi Jawa Timur pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 10174,64 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren kenaikan konsisten, hanya terjadi satu kali penurunan pada tahun 2020 turun 1,18 persen. Pada tahun 2025, pertumbuhan sektor ini mencapai 5,4 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 3,88 persen, juga lebih baik dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 3,59 persen.
(Baca: Tiga Hari Terakhir, Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Terus Naik)
Sepanjang 16 tahun periode data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2011 dengan pertumbuhan 13,21 persen, sedangkan satu-satunya penurunan hanya tercatat pada tahun 2020. Selama periode observasi, Jawa Timur secara konsisten menempati peringkat ke 2 di wilayah Pulau Jawa serta peringkat ke 2 secara nasional, tanpa terjadi perubahan posisi peringkat sepanjang tahun 2010 sampai 2025. Nilai akhir tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode historis sektor ini.
Untuk tahun 2025, dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, Jawa Timur berada di posisi kedua setelah DKI Jakarta. Nilai PDRB sektor jasa keuangan lainnya Jawa Timur sebesar 10174,64 Rp miliar, berada di atas Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pertumbuhan 5,4 persen yang dicatatkan Jawa Timur pada tahun 2025 berada di tengah dibanding provinsi lain di pulau yang sama, lebih rendah dari Jawa Tengah yang mencatat 7,96 persen namun lebih tinggi dibanding Jawa Barat yang hanya tumbuh 1,88 persen.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati peringkat pertama baik di Pulau Jawa maupun secara nasional untuk sektor ini pada tahun 2025, dengan nilai PDRB ADHK mencapai 18016,84 Rp miliar. Nilai ini hampir 77 persen lebih besar dibanding nilai Jawa Timur di posisi kedua. Ibu Kota negara mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 6,87 persen, dengan penambahan nilai absolut sebesar 1158,24 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Posisi pertama ini telah dipertahankan secara konsisten sepanjang seluruh periode data historis yang tercatat.
Jawa Tengah
(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian Kep. Bangka Belitung 268 Kasus)
Jawa Tengah berada di peringkat ketiga nasional dan ketiga di Pulau Jawa tahun 2025, dengan nilai total sektor jasa keuangan lainnya sebesar 7358,24 Rp miliar. Provinsi ini mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di antara seluruh 5 provinsi teratas nasional yaitu sebesar 7,96 persen, dengan penambahan nilai absolut sebesar 542,63 Rp miliar. Meskipun nilai total masih berada di bawah Jawa Timur, laju pertumbuhan Jawa Tengah menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi pada tahun terakhir periode data.
Sulawesi Selatan
Satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam lima besar nasional adalah Sulawesi Selatan, yang menempati peringkat keempat secara nasional dan peringkat pertama di wilayah Pulau Sulawesi. Pada tahun 2025 nilai sektor ini di provinsi ini mencapai 5874,74 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan sangat tinggi mencapai 10,93 persen. Laju pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh provinsi dalam daftar 5 besar nasional tahun berjalan, dengan penambahan nilai absolut sebesar 578,7 Rp miliar.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat kelima secara nasional dan keempat di wilayah Pulau Jawa untuk sektor jasa keuangan lainnya tahun 2025, dengan nilai total tercatat 4735,52 Rp miliar. Provinsi ini mencatat pertumbuhan terendah di antara lima besar nasional yaitu hanya sebesar 1,88 persen, dengan penambahan nilai absolut sebesar 87,54 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total Jawa Barat kurang dari setengah nilai yang berhasil dicatatkan oleh Jawa Timur pada periode tahun yang sama.