Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan di Jawa Timur tahun 2025 mencapai 453.740 pekerja. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode catatan 11 tahun sejak 2015, tumbuh sebesar 3,63 persen dibandingkan tahun 2024 dengan penambahan sebanyak 15.899 pekerja. Sepanjang 2015 hingga 2025, jumlah pekerja di sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan sebesar 38,97 persen atau rata-rata tumbuh 3,35 persen setiap tahunnya.
(Baca: Prakiraan Cuaca Manokwari Hari Ini 15 Agustus 2026: Hujan Ringan, Suhu 23-27 °C)
Selama periode pencatatan, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 14,65 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2022 sebesar minus 4,77 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 6,86 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 2,69 persen. Hal ini menunjukkan akselerasi penambahan pekerja di sektor ini terjadi secara signifikan pada tiga tahun terakhir dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Seluruh periode 2015 sampai 2025, Jawa Timur secara konsisten menempati peringkat kedua jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan baik di lingkup pulau Jawa maupun tingkat nasional. Tidak terjadi perubahan peringkat sepanjang 11 tahun pengamatan, dengan posisi yang hanya berada dibawah Jawa Barat dan berada diatas Jawa Tengah, Banten serta DKI Jakarta.
Pada tahun 2025, Jawa Timur mencatat pertumbuhan pekerja sektor ini sebesar 3,63 persen. Angka ini berada dibawah pertumbuhan Jawa Barat yang mencapai 6,42 persen dan Banten sebesar 4,66 persen, namun jauh lebih baik dibandingkan Jawa Tengah yang mengalami kontraksi 4,02 persen dan DKI Jakarta yang anjlok sebesar 20,14 persen. Nilai total pekerja Jawa Timur tahun 2025 sebesar 453.740 pekerja juga berada di tengah rentang nilai antar provinsi di pulau Jawa.
Sepanjang 11 tahun pengamatan, terjadi 7 kali periode pertumbuhan positif dan 3 kali periode penurunan jumlah pekerja. Tidak pernah terjadi periode stagnan sama sekali. Nilai pekerja tahun 2025 juga tercatat berada diatas rata-rata jumlah pekerja sepanjang periode yang mencapai 377.748 pekerja.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat pertama baik di pulau Jawa maupun tingkat nasional untuk jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025 dengan total 572.841 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 34.583 pekerja. Nilai total pekerja di Jawa Barat lebih tinggi 26,2 persen dibandingkan Jawa Timur yang berada di peringkat kedua, dan menjadi satu-satunya wilayah di pulau Jawa yang mampu mencatatkan pertumbuhan diatas 5 persen pada tahun 2025.
Jawa Timur
Pada posisi peringkat kedua, Jawa Timur memiliki total 453.740 pekerja di sektor transportasi dan pergudangan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,63 persen dengan penambahan 15.899 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pekerja di Jawa Timur 36,6 persen lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah yang berada di peringkat ketiga, dan menjadi satu dari tiga provinsi di pulau Jawa yang mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun berjalan.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Naik Menuju Level 314,3 Pound (Jumat, 14 Agustus 2026))
Jawa Tengah
Jawa Tengah berada di peringkat ketiga pulau Jawa dengan total 332.094 pekerja sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025. Wilayah ini mengalami kontraksi sebesar 4,02 persen atau pengurangan sebanyak 13.892 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, nilai total pekerja di Jawa Tengah masih 44,2 persen lebih tinggi dibandingkan Banten yang berada di peringkat keempat, dan menjadi satu dari dua provinsi di pulau Jawa yang mencatatkan pertumbuhan negatif pada tahun 2025.
Banten
Banten menempati peringkat keempat di pulau Jawa dengan total 230.310 pekerja sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,66 persen dengan penambahan sebanyak 10.250 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan di Banten bahkan lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur, meskipun nilai total pekerja hanya sekitar setengah dari nilai total pekerja yang tercatat di Jawa Tengah pada tahun yang sama.
DKI Jakarta
DKI Jakarta berada di peringkat kelima dan terbawah di pulau Jawa untuk jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025 dengan total 229.037 pekerja. Wilayah ini mengalami penurunan paling dalam sebesar 20,14 persen atau pengurangan sebanyak 57.751 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total pekerja di DKI Jakarta hampir menyamai nilai Banten, namun penurunan yang sangat dalam membuat posisi DKI Jakarta tergeser ke urutan paling bawah pada tahun 2025.