Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat data populasi kambing Provinsi Maluku Utara hingga akhir tahun 2025 sebesar 16.440 ekor. Pada catatan periode terakhir, terjadi pertumbuhan sedikit sebesar 9,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, setelah pada tahun 2024 sempat tercatat angka terendah sepanjang sejarah data yaitu 15.022 ekor. Sepanjang 24 tahun data tercatat, tren keseluruhan populasi menurun drastis sebesar 89,16 persen dari angka awal tahun 2001 yang mencapai 151.648 ekor. Puncak populasi tertinggi pernah tercatat pada akhir tahun 2007 dengan jumlah 183.389 ekor.
(Baca: Harga Kedelai Amerika Kontrak Dua Bulan - US Soybeans Futures Sore Hari Diperdagangkan US$1.183,38 /Bushel (Jumat, 07 Agustus 2026))
Rata-rata pertumbuhan 3 periode terakhir menunjukkan penurunan sebesar 25,39 persen, angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 periode terakhir yang tercatat minus 13,75 persen. Selama periode pencatatan, populasi mengalami kenaikan pada 17 periode berbeda dan penurunan pada 6 periode. Pada akhir 2025, posisi populasi kambing Maluku Utara berada jauh di bawah nilai rata-rata seluruh periode yang mencapai 112.721 ekor. Saat ini peringkat Maluku Utara di wilayah Pulau Maluku berada di urutan 2, serta berada di peringkat 28 secara nasional.
Terjadi anomali penurunan sangat drastis pada tahun 2024, dimana populasi kambing anjlok 90,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi titik terendah sepanjang sejarah data. Penurunan ini jauh melebihi fluktuasi normal yang selama ini terjadi, dimana pada tahun-tahun sebelumnya perubahan populasi rata-rata hanya berada di kisaran 0 sampai 40 persen per tahun. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan pernah terjadi pada tahun 2005 dengan pertumbuhan positif 41,43 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Maluku
Provinsi Maluku menempati urutan pertama tertinggi di wilayah Pulau Maluku untuk populasi kambing akhir tahun 2025 dengan jumlah tercatat 44.104 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 41,45 persen dibandingkan periode sebelumnya, menjadikannya salah satu pertumbuhan tertinggi di kelompok wilayah perbandingan. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 25, tiga peringkat lebih baik dibandingkan Maluku Utara. Nilai populasi di provinsi ini hampir 3 kali lipat lebih besar dibandingkan angka populasi kambing Maluku Utara pada periode yang sama.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara tercatat memiliki populasi kambing akhir tahun 2025 sebesar 24.471 ekor, dengan pertumbuhan sangat tinggi mencapai 141,52 persen dibandingkan periode sebelumnya. Provinsi ini berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional, satu peringkat di atas Maluku Utara. Meskipun nilai populasi masih lebih tinggi sekitar 49 persen dibandingkan Maluku Utara, pertumbuhan yang tercatat pada periode terakhir merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang dibandingkan pada data ini.
(Baca: 4,71% Penduduk di Kota Binjai Masuk Kategori Miskin)
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan populasi kambing akhir tahun 2025 sebesar 18.369 ekor, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 3,31 persen dibandingkan periode sebelumnya. Provinsi ini menempati urutan ke 6 di wilayah Pulau Sulawesi, serta berada di peringkat 27 secara nasional, tepat satu peringkat di atas Maluku Utara. Nilai populasi di provinsi ini sekitar 11,7 persen lebih tinggi dibandingkan angka populasi kambing Maluku Utara pada akhir tahun 2025, dengan pertumbuhan periode terakhir yang jauh lebih rendah dibandingkan Maluku Utara.
Papua
Provinsi Papua mencatatkan populasi kambing akhir tahun 2025 sebesar 15.097 ekor, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan pertama tertinggi di wilayah Pulau Papua, serta berada di peringkat 29 secara nasional, satu peringkat di bawah Maluku Utara. Nilai populasi di provinsi ini sekitar 8,2 persen lebih rendah dibandingkan angka populasi kambing Maluku Utara pada periode pencatatan akhir tahun 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau tercatat memiliki populasi kambing akhir tahun 2025 sebesar 9.705 ekor, dengan penurunan sedikit sebesar 1,78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Provinsi ini menempati urutan ke 9 di wilayah Pulau Sumatera, serta berada di peringkat 30 secara nasional, dua peringkat di bawah Maluku Utara. Nilai populasi di provinsi ini hanya sekitar 59 persen dari total populasi kambing yang tercatat di Maluku Utara pada periode yang sama.
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan populasi kambing akhir tahun 2025 sebesar 7.577 ekor, dengan pertumbuhan sebesar 40,26 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ke 10 di wilayah Pulau Sumatera, serta berada di peringkat 31 secara nasional, tiga peringkat di bawah Maluku Utara. Nilai populasi di provinsi ini hanya sekitar 46 persen dari total populasi kambing Maluku Utara yang tercatat pada akhir tahun 2025.