Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Provinsi Jambi pada akhir tahun 2025 mencapai 426,26 Rp miliar. Selama periode 2010 hingga 2025, nilai sektor ini mengalami kenaikan terus menerus tanpa pernah mengalami penurunan sama sekali, dengan total peningkatan sebesar 194,03% selama 16 tahun. Rata-rata pertumbuhan tahunan sektor ini berada di angka 7,46% sepanjang periode pengamatan.
(Baca: Provinsi dengan PDRB Konsumsi Pemerintah Tertinggi di Indonesia (2025))
Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh sebesar 6,28%. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Jambi yang mencapai 6,62%, namun masih berada di atas rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 6,45%. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 8,49%, sedangkan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2020 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 2,63%.
Posisi peringkat Jambi di pulau Sumatera mengalami peningkatan dari peringkat 5 menjadi peringkat 4 sejak tahun 2019 dan tetap bertahan hingga 2025. Di tingkat nasional, Jambi saat ini berada di peringkat 13 dari seluruh provinsi di Indonesia, posisi ini tidak berubah sejak tahun 2020. Nilai akhir 2025 Jambi juga tercatat berada di atas nilai rata-rata historis sektor ini selama 16 tahun terakhir.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan nilai PDRB sektor ini sebesar 522,68 Rp miliar pada tahun terakhir, menjadi nilai tertinggi dibanding seluruh provinsi pada daftar perbandingan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,72% dengan peningkatan nilai absolut sebesar 50,6 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya, serta menempati peringkat 10 secara nasional. Pertumbuhan Kalimantan Timur hampir dua kali lipat dibanding capaian pertumbuhan Jambi pada periode yang sama.
Lampung
Sebagai wilayah sesama Pulau Sumatera, Lampung berada di peringkat 3 di wilayah pulau dan peringkat 11 secara nasional. Nilai akhir sektor ini di Lampung tercatat 492,49 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan 5,85%. Nilai ini berada di atas capaian Jambi, dengan selisih nilai mencapai 66,23 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan Lampung sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir Jambi.
Bali
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Lamandau 2025: Kenaikan Jadi Rp2,24 Juta per Bulan)
Bali menempati peringkat 12 nasional dengan nilai PDRB sektor pengelolaan sampah dan air sebesar 483,37 Rp miliar. Wilayah Nusa Tenggara ini mencatatkan pertumbuhan 5,37% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 24,65 Rp miliar. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibanding Jambi, nilai total PDRB sektor ini di Bali masih 57,11 Rp miliar lebih tinggi dibanding capaian Provinsi Jambi tahun 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau berada di peringkat 5 wilayah Sumatera dan peringkat 14 nasional, satu tingkat di bawah peringkat Jambi. Nilai PDRB sektor ini di wilayah kepulauan tercatat 388,91 Rp miliar pada tahun terakhir, tumbuh sebesar 13,23%. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di seluruh daftar perbandingan, hampir dua kali lipat pertumbuhan yang dicapai Jambi pada periode 2025.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 3 wilayah Kalimantan dan peringkat 15 secara nasional. Nilai akhir sektor ini tercatat 351,35 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 2,29% pada tahun terakhir. Angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah di seluruh daftar perbandingan, bahkan lebih rendah dibanding kenaikan terendah Jambi yang terjadi pada tahun 2020 lalu. Nilai total PDRB Kalimantan Barat juga 74,91 Rp miliar di bawah capaian Jambi.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat 6 wilayah Sumatera dan peringkat 16 nasional, menjadi wilayah dengan nilai terendah pada daftar perbandingan. Nilai PDRB sektor pengelolaan limbah ini tercatat 306,34 Rp miliar, tumbuh sebesar 5,93% dengan peningkatan absolut 17,16 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Posisi peringkat Sumatera Barat berada dua tingkat di bawah posisi Jambi di tingkat nasional.