Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah milik sendiri di Provinsi Maluku mencapai 85,59 Persen pada tahun 2025. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang 17 tahun periode pencatatan sejak 2009, setelah mengalami kenaikan sebesar 0,83 poin dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode data, indikator ini bergerak fluktuatif dengan tercatat 9 kali periode penurunan dan 7 kali periode kenaikan nilai tahunan.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 1 Cimalaka SPMB 2026)
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan persentase kepemilikan rumah di Maluku mencapai 5,66 persen per tahun. Angka pertumbuhan ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 1,87 persen per tahun. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2024 dengan penambahan nilai sebesar 11,63 poin, sementara penurunan terendah tercatat pada tahun 2022 ketika angka turun menjadi 73,06 Persen, titik terendah seluruh periode pencatatan.
Posisi peringkat Maluku di wilayah Pulau Maluku tetap konsisten berada di urutan 2 selama seluruh periode pencatatan hingga tahun 2025. Secara nasional, peringkat Maluku mengalami perbaikan dari posisi 25 pada tahun 2022 menjadi posisi 20 secara nasional pada tahun 2025. Nilai akhir tahun 2025 Maluku berada di atas rata-rata seluruh periode pencatatan yang sebesar 79,88 Persen.
Banten
Provinsi Banten mencatatkan nilai persentase kepemilikan rumah sendiri sebesar 86,67 Persen pada periode terakhir, menempati urutan ke 3 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 17 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,21 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih nilai penambahan sebesar 0,18 poin. Nilai Banten tercatat lebih tinggi 1,08 poin dibandingkan nilai Maluku tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan yang lebih stabil namun lebih lambat dibandingkan pertumbuhan rata-rata Maluku 3 tahun terakhir.
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan indikator kepemilikan rumah sendiri sebesar 86,22 Persen, berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan urutan 18 secara nasional seluruh Indonesia. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat 0,19 persen dengan penambahan nilai sebesar 0,17 poin dari tahun sebelumnya. Nilai Gorontalo berada sedikit di atas angka Maluku, namun peringkat nasional Gorontalo berada satu tingkat di atas Maluku yang menduduki peringkat 20 tahun 2025.
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kota Surabaya Bulan Juni Naik 0,32%)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan mencatatkan persentase rumah tangga pemilik rumah sendiri sebesar 85,93 Persen, menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera dan urutan 19 secara nasional. Wilayah ini hanya mengalami pertumbuhan 0,04 persen pada periode terakhir dengan penambahan nilai sangat sedikit sebesar 0,03 poin. Nilai Sumatera Selatan hanya terpaut 0,34 poin di atas nilai Maluku tahun 2025, dengan peringkat nasional satu tingkat di atas Maluku.
Aceh
Aceh mencatatkan nilai indikator kepemilikan rumah sendiri sebesar 85,21 Persen, berada di peringkat 6 wilayah Pulau Sumatera dan urutan 21 secara nasional seluruh Indonesia. Wilayah ini mengalami pertumbuhan 0,08 persen pada periode terakhir dengan penambahan nilai sebesar 0,07 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai Aceh tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan nilai Maluku tahun 2025, dengan peringkat nasional satu tingkat di bawah peringkat Maluku.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan mencatatkan persentase rumah tangga pemilik rumah sendiri sebesar 84,73 Persen, menempati peringkat 2 wilayah Pulau Kalimantan dan urutan 22 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan 0,24 persen pada periode terakhir dengan penambahan nilai sebesar 0,20 poin. Nilai Kalimantan Selatan berada di bawah nilai Maluku tahun 2025 sebesar 0,86 poin, dengan peringkat nasional dua tingkat di bawah peringkat Maluku.
Bali
Bali mencatatkan indikator kepemilikan rumah sendiri sebesar 83,73 Persen, berada di peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta urutan 23 secara nasional seluruh Indonesia. Wilayah ini mengalami pertumbuhan 0,26 persen pada periode terakhir dengan penambahan nilai sebesar 0,21 poin. Nilai Bali tercatat 1,86 poin lebih rendah dibandingkan nilai Maluku tahun 2025, dengan peringkat nasional tiga tingkat di bawah peringkat Maluku.