Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan pada Desember 2025, berkurang 0,09 persen menjadi 3,9 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: PDRB Kabupaten Landak 2025: Rp16,28 Triliun, Tumbuh 4,67 Persen)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka Banten Tertinggi pada 2023)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Demikian pula kondisi pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 249 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 188,19 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 4.323 pekerja menjadi 189,82 ribu pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 178,68 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 189,37 ribu pekerja pada tahun 2025.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat lima persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat lima persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sulawesi Selatan pada 2025 yakni :
- Kota Makassar 9,6 persen
- Kota Palopo 7,54 persen
- Kabupaten Barru 5,07 persen
- Kota Parepare 4,99 persen
- Kabupaten Gowa 4,25 persen
- Kabupaten Maros 4,13 persen
- Kabupaten Soppeng 4,01 persen
- Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan 3,9 persen
- Kabupaten Takalar 3,76 persen
- Kabupaten Bantaeng 3,74 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Enrekang 1,78 persen
- Kabupaten Jeneponto 1,88 persen
- Kabupaten Toraja Utara 2,01 persen
- Kabupaten Sinjai 2,1 persen
- Kabupaten Bulukumba 2,12 persen
- Kabupaten Luwu Utara 2,24 persen
- Kabupaten Kepulauan Selayar 2,48 persen
- Kabupaten Bone 2,75 persen
- Kabupaten Sidenreng Rappang 3,36 persen
- Kabupaten Tana Toraja 3,44 persen