Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tanah Datar pada Desember 2025, berkurang 0,04 persen menjadi 5,26 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Periode 2015-2026)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Malinau | 2004 - 2025)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tanah Datar menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Kemudian setelah pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik di Kabupaten Tanah Datar.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 132 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tanah Datar dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 208,88 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 217,07 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 224,68 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Tanah Datar mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 197,71 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 12.079 pekerja menjadi 217,64 ribu pekerja pada tahun 2025.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tanah Datar tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 2,66 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,85 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Barat pada 2025 yakni :
- Kota Padang 9,7 persen
- Kabupaten Padang Pariaman 6,48 persen
- Kabupaten Pasaman Barat 5,95 persen
- Kabupaten Dharmasraya 5,51 persen
- Kabupaten Pasaman 5,29 persen
- Kabupaten Tanah Datar 5,26 persen
- Kota Pariaman 5,16 persen
- Kabupaten Pesisir Selatan 5,1 persen
- Kota Padang Panjang 5,07 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Mentawai 1,54 persen
- Kabupaten Solok Selatan 2,13 persen
- Kabupaten Lima Puluh Kota 3,78 persen
- Kota Solok 3,87 persen
- Kota Bukit Tinggi 4,41 persen
- Kabupaten Sawahlunto/sijunjung 4,59 persen
- Kota Sawahlunto 4,64 persen
- Kabupaten Solok 4,7 persen
- Kabupaten Agam 4,71 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen