Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bima pada Desember 2025, berkurang 0,06 persen menjadi 2,13 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 311,3 Pound (Selasa, 20 Oktober 2026))
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2018 sebesar 4,63% dan terendah pernah tercatat pada 2021 silam sebesar 1,58%.
(Baca: Harga Aluminium Turun Menjadi US$2.997 per Ton per Selasa, 20 Oktober 2026)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 450 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bima mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 299,93 ribu jiwa kemudian jumlahnya naik menjadi 311,53 ribu jiwa pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Bima dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 293,49 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 308,75 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 309,21 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bima tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 3,22 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,82 persen .
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025 yakni :
- Kota Mataram 4,8 persen
- Kota Bima 4,28 persen
- Kabupaten Sumbawa Barat 4,14 persen
- Kabupaten Lombok Tengah 3,36 persen
- Kabupaten Dompu 2,84 persen
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Bima 2,13 persen
- Kabupaten Sumbawa 2,6 persen
- Kabupaten Lombok Utara 2,68 persen
- Kabupaten Lombok Timur 2,82 persen
- Kabupaten Lombok Barat 2,82 persen