- A Small
- A Medium
- A Bigger
Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertumbuhan anggaran/pagu APBD di Kalimantan Selatan pada 2025 tumbuh -4,4% menjadi Rp4.588,17 juta. Dalam lima tahun terakhir, anggaran/pagu APBD menurut provinsi (data kemenkeu) : pad menunjukkan tren kenaikan. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, anggaran/pagu APBD menurut provinsi (data kemenkeu) : pad dalam tren naik.
Sebelumnya menurut rekam jejak lima tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan pernah terjadi pada 2024 dengan pertumbuhan sebesar 18,63%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir anggaran/pagu APBD tumbuh dengan angka 4,23%.
Daftar 10 Terbesar:
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menghimpun data anggaran/pagu APBD di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin anggaran/pagu APBD di tanah air.
(Baca: Prakiraan Cuaca Balangan Hari Ini 15 Oktober 2026: Cerah, Suhu 25-36 °C)
DKI Jakarta mencatatkan anggaran/pagu APBD tertinggi dengan Rp54,19 miliar. Di provinsi ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 3,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jawa barat berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, anggaran/pagu APBD di provinsi ini tumbuh -23,36%. Periode yang sama tahun sebelumnya anggaran/pagu APBD di provinsi ini tercatat Rp25,19 miliar.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan anggaran/pagu APBD Rp17,1 miliar (turun 18,9%), anggaran/pagu APBD di Jawa Tengah turun 15,57% menjadi Rp15,7 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan anggaran/pagu APBD di Kalimantan Timur naik 2,32% menjadi Rp10,04 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan anggaran/pagu APBD tertinggi pada 2025:
- DKI Jakarta Rp54,19 miliar
- Jawa Barat Rp19,31 miliar
- Jawa Timur Rp17,1 miliar
- Jawa Tengah Rp15,7 miliar
- Kalimantan Timur Rp10,04 miliar
- Banten Rp6.934,78 juta
- Sumatera Utara Rp6419.3 juta
- Riau Rp5.200,92 juta
- Sulawesi Selatan Rp4.834,51 juta
- Kalimantan Tengah Rp4.681,93 juta
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.944 | +0.25 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |