Realisasi Investasi DKI Jakarta 2025 Capai Rp270,93 Triliun, Rekor Baru Sedekade

1
Akbar Ridwan 05/10/2026 15:15 WIB
Image Loader
Memuat...
Total Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Modal Asing di Provinsi DKI Jakarta (2016-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp270,93 triliun pada 2025.

Nilai itu merupakan gabungan dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp175,28 triliun (64,70% dari total) dan penanaman modal asing (PMA) Rp95,65 triliun (35,30%).

Realisasi pada 2025 tumbuh 12,02% (year-on-year/yoy) dibanding 2024 yang sebesar Rp241,85 triliun, serta menjadi rekor tertinggi baru selama periode 2016-2025.

Secara historis, sejak 2016 hingga 2019, realisasi investasi di DKI Jakarta konsisten tumbuh. Penurunan sempat terjadi pada 2020 atau tahun pertama pandemi Covid-19, namun kembali menguat pada 2021 sampai 2025.

(Baca: Jakarta, Provinsi dengan Skor Indeks Literasi Keuangan Tertinggi 2026)

Realisasi investasi DKI Jakarta pada 2025 terbesar berasal dari sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang mencapai Rp93,42 triliun, setara 34,48% dari total.

Berikut rincian realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA di Provinsi DKI Jakarta pada 2025 berdasarkan sektor:

  1. Transportasi, gudang, dan telekomunikasi: Rp93,42 triliun;
  2. Jasa lainnya: Rp63,15 triliun;
  3. Perdagangan dan reparasi: Rp34,89 triliun;
  4. Konstruksi: Rp21,37 triliun;
  5. Perumahan, kawasan Industri, dan perkantoran: Rp21,17 triliun;
  6. Pertambangan: Rp11,82 triliun;
  7. Hotel dan restoran: Rp8,14 triliun;
  8. Industri kimia dan farmasi: Rp4,67 triliun;
  9. Listrik, gas, dan air: Rp3,62 triliun;
  10. Industri makanan: Rp2,44 triliun;
  11. Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain: Rp1,39 triliun;
  12. Industri kertas dan percetakan: Rp1,08 triliun;
  13. Industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam: Rp1,08 triliun;
  14. Industri lainnya: Rp776,80 miliar;
  15. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya: Rp428,28 miliar;
  16. Industri mineral non-logam: Rp334,46 miliar;
  17. Perikanan: Rp322,97 miliar;
  18. Industri tekstil: Rp274,92 miliar;
  19. Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp260,11 miliar;
  20. Industri karet dan plastik: Rp152,66 miliar;
  21. Kehutanan: Rp116,71 miliar;
  22. Industri barang dari kulit dan alas kaki: Rp10,20 miliar; dan
  23. Industri kayu: Rp4,55 miliar.

(Baca: HUT ke-499 Jakarta, Bagaimana Tingkat Pembangunan Manusianya?)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
05 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.52
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...