Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Manggarai Barat, pada 2024 mencapai Rp4,59 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,93% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4,26 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,29%.
(Baca: 25,64% Penduduk di Kabupaten Sumba Timur Masuk Kategori Miskin)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 282,94 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp16.629 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 497.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,74 jutajuta. Nominal ini tumbuh 2,19%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Manggarai Barat ini adalah sektor konstruksi tumbuh 4,89% menjadi Rp707,36 ribujuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib diurutan ketiga dengan PDRB Rp540,85 ribujuta (6,73%).
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Sumba Tengah 1,89%)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Manggarai Barat, untuk urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan nilai Rp297,15 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 3,18% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp285,7 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Manggarai Barat pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Manggarai Barat ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 38,48%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.