Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Sore Ini, Tinggi Abu Vulkanik 500 Meter dari Atas Puncak
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Jumat (23/1/2026) pukul 15.06 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 5 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11,6 milimeter dan durasi 37 detik.
(Baca: Inilah 10 Gempa Bumi Terbesar Sepanjang Sejarah, Dua di Antaranya dari Indonesia)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 23 Januari 2026 pukul 06.00-12.00 WITA menunjukkan terjadi 53 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 17,5-33,2 milimeter dan lama gempa 33-52,9 detik.
Kemudian, 75 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,4-13,8 milimeter dan lama gempa 19,4-60,3 detik serta 3 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 7,5-18,1 milimeter dan lama gempa 117,2-156 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 kilometer daripusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 314 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (170 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 17 kali.
(Baca: 10 Negara dengan Gempa Bumi Terbanyak 2023, Indonesia Pertama)