Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Aceh Jaya tahun 2025. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 10,37 persen, turun sebesar 1,88 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 12,25 persen. Total penduduk miskin saat ini berjumlah 10.500 jiwa, dari total penduduk wilayah sebanyak 101.270 jiwa.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Jakarta Selatan 2025: Lonjakan Jadi Rp4,08 Juta per Bulan)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan nilai 31,60 persen. Nilai terendah dalam 21 tahun catatan ini tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar juga terjadi tahun 2025 yaitu sebesar minus 15,35 persen, satu-satunya penurunan di atas 10 persen dalam seluruh periode data.
Secara nasional, peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Aceh Jaya berada di urutan 202 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Peringkat ini bergeser 43 posisi dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya berada di urutan 159. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini sebesar 11,68 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 12,35 persen.
Kabupaten Bireuen
Berada di peringkat 205 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,30 persen dengan penurunan sebesar 14,88 persen dibanding tahun lalu. Total penduduk miskin tercatat 51.600 jiwa dari total 501.036 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 503,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Besar
Peringkat 170 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan angka 11,05 persen, mengalami penurunan 16,35 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.900 jiwa, dari total penduduk 451.729 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 598,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita penduduk berada di angka 45,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Selatan
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Jakarta Pusat 2025: Penurunan Jadi Rp2,59 Juta per Bulan)
Persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 9,89 persen dengan peringkat 227 nasional, mengalami penurunan sebesar 17,72 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 25.390 jiwa dari total penduduk 256.776 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 538,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 32,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tamiang
Berada di peringkat 180 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai 10,84 persen dengan penurunan 10,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penduduk miskin berjumlah 33.960 jiwa dari 313.210 jiwa total penduduk. Garis kemiskinan tercatat 590,29 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 38,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tenggara
Persentase kemiskinan tercatat 9,78 persen dengan peringkat 231 nasional, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh wilayah pembanding yaitu sebesar 18,43 persen. Jumlah penduduk miskin berjumlah 22.520 jiwa dari total 230.210 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan 502,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 30,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Timur
Peringkat 163 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan angka 11,24 persen, mengalami penurunan 15,23 persen dari tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.230 jiwa dari total penduduk 464.499 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 564,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 35,01 juta rupiah per tahun.