Kemenhut: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 15.782 Dalam 24 Jam Terakhir (Kamis, 24 September 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 15.782 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 1015 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Kamis (24/9/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 15.782 titik panas terdeteksi, 1052 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 13621 titik skala sedang, dan 1109 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Ada 175 Kejadian Bencana di Indonesia per Awal 2026, Banjir Terbanyak)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 7620 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 2421 titik. Kalimantan Timur berada di posisi ketiga sebanyak 998 titik panas.
Sebanyak 701 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan, Maluku menyusul dengan 619 titik panas, serta Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur masing-masing memiliki 431 dan 355 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Banjir dan Karhutla, Bencana Terbanyak di Indonesia Sepanjang 2025)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.25 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |