Maret 2026, Jumlah Penduduk Miskin di Papua Barat 98.460 Jiwa
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jumlah penduduk miskin di Papua Barat pada Maret 2026, berkurang 3.940 jiwa menjadi 98.460 jiwa dibandingkan dengan September 2025. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2025, Jumlah penduduk miskin juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 106,9 ribu jiwa.
Turunnya jumlah penduduk miskin di provinsi ini, turut memberikan dampak terhadap pengurangan persentase penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di Papua Barat pada Maret 2026, berkurang 0,9 persen menjadi 18,68 persen dibandingkan dengan September 2025. Sementara dibanding Maret 2025, persentase penduduk miskin juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 20,66 persen .
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Serdang Bedagai 362,3 Ribu dan Angka Pengangguran 4,31 Persen)
Persentase penduduk miskin menurut provinsi adalah data mentah yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi semesteran dengan satuan persen.
Definisi penduduk miskin menurut BPS mengacu pada konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Data persentase penduduk miskin Perkotaan dan Perdesaan dipublikasikan setiap maret dan September
Berdasarkan wilayah, jumlah penduduk miskin berkurang 98.460 jiwa pada Maret 2026 dibanding September 2025 dan lebih rendah dibanding Maret 2025. Adapun Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 2.290 menjadi 13.870 jiwa per Maret 2026. Sedangkan untuk jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 84.600 jiwa.
Kondisi kemiskinan di Papua Barat ini diperhitungkan berdasarkan garis kemiskinan makanan dan non-makanan yang tercatat sebesar Rp.831 ribu per kapita/bulan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan terbaru ini dengan rincian, Rp.676,14 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan makanan dan Rp.233,36 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan non-makanan.
Garis kemiskinan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.702,53 ribu per kapita/bulan. Dengan rincian Rp.635,4 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.283,31 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan. Sementara, garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp.765,62 ribu per kapita/bulan, dengan rincian, sebesar Rp.754,97 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.283,31 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.872 | -0.11 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |