16.404 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 22 September 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 22/09/2026 10:07 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 16.404 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 5889 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (22/9/2026) pukul 11.37 WIB. Dari 16.404 titik panas terdeteksi, 1059 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 14836 titik skala sedang, dan 509 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: 15 Kab/Kota dengan Karhutla Terluas di Indonesia Semester I 2026)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 7366 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 1790 titik. Kalimantan Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 1103 titik panas.

Sebanyak 939 titik panas terdeteksi di Papua Selatan, Kalimantan Barat menyusul dengan 752 titik panas, serta Papua Barat dan Sumatera Selatan masing-masing memiliki 714 dan 611 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Karhutla, Bencana Terbanyak di Indonesia sampai Awal September 2026)

Data Pasar

Macro update by
22 September 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.864 +0.06
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jul) 787,60 -26.07
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Jul) 26,22 +2.98
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Jul) 1,53 +9.99
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...