BPS: Jumlah Penduduk Miskin di DI Yogyakarta Turun 3,29%(Data Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jumlah penduduk miskin di DI Yogyakarta pada Maret 2026, berkurang 13,92 ribu jiwa menjadi 408,87 ribu jiwa dibandingkan dengan September 2025. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2025, Jumlah penduduk miskin juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 425,82 ribu jiwa.
Turunnya jumlah penduduk miskin di provinsi ini, turut memberikan dampak terhadap pengurangan persentase penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di DI Yogyakarta pada Maret 2026, berkurang 0,38 persen menjadi 9,7 persen dibandingkan dengan September 2025. Sementara dibanding Maret 2025, persentase penduduk miskin juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 10,23 persen .
(Baca: 5,18% Penduduk di Kabupaten Klungkung Masuk Kategori Miskin)
Persentase penduduk miskin menurut provinsi adalah data mentah yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi semesteran dengan satuan persen.
Definisi penduduk miskin menurut BPS mengacu pada konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Data persentase penduduk miskin Perkotaan dan Perdesaan dipublikasikan setiap maret dan September
Berdasarkan wilayah, jumlah penduduk miskin berkurang 408,87 ribu jiwa pada Maret 2026 dibanding September 2025 dan lebih rendah dibanding Maret 2025. Adapun Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 11,82 ribu menjadi 307,3 ribu jiwa per Maret 2026. Sedangkan untuk jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 101,57 ribu jiwa.
(Baca: 6,18% Penduduk di Kabupaten Serdang Bedagai Masuk Kategori Miskin)
Kondisi kemiskinan di DI Yogyakarta ini diperhitungkan berdasarkan garis kemiskinan makanan dan non-makanan yang tercatat sebesar Rp.626,36 ribu per kapita/bulan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan terbaru ini dengan rincian, Rp.491,33 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan makanan dan Rp.181,43 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan non-makanan.
Garis kemiskinan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.499,94 ribu per kapita/bulan. Dengan rincian Rp.432,65 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.191,86 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan. Sementara, garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp.598,92 ribu per kapita/bulan, dengan rincian, sebesar Rp.512,17 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.191,86 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.872 | -0.11 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |