Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sanggau Capai 17,18% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat mencapai 17,18% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,73% dari tahun sebelumnya sebesar 16,45%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 7,34%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sanggau lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sanggau yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 17,18% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, PoU di Kabupaten Sanggau ada di urutan ke-13. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Pontianak (7,54%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Melawi (19,49%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat pada 2025.
- Kota Pontianak: 7,54%
- Kota Singkawang: 7,55%
- Kabupaten Sekadau: 11,49%
- Kabupaten Ketapang: 11,77%
- Kabupaten Sintang: 13,16%
- Kabupaten Landak: 14,46%
- Kabupaten Kayong Utara: 14,59%
- Kabupaten Mempawah: 14,89%
- Kabupaten Sambas: 14,99%
- Kabupaten Bengkayang: 15,79%
(Baca: Negara dengan Populasi Terbanyak yang Tak Terhubung Internet Awal 2023, Ada Indonesia)