Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kutai Kartanegara Capai 8,69% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 26/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mencapai 8,69% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,63% dari tahun sebelumnya sebesar 8,06%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,45%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kutai Kartanegara lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,69% dari total penduduk.

Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kabupaten Kutai Kartanegara ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Paser (11,06%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Berau: 6,84%
  2. Kota Bontang: 7,6%
  3. Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
  4. Kota Balikpapan: 8,24%
  5. Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
  6. Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
  7. Kota Samarinda: 8,55%
  8. Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
  9. Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
  10. Kabupaten Paser: 11,06%

(Baca: Jumlah Penduduk RI yang Bekerja Meningkat pada Agustus 2025)

Data Populer

Loading...