Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 2.000 Meter dari Atas Puncak
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Sabtu (14/2/2026) pukul 05.54 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 41 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 2388 detik.
(Baca: Kualitas Udara di Kota Besar Indonesia Buruk, Jauh dari Standar WHO)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 14 Februari 2026 pukul 00.00-06.00 WIB menunjukkan terjadi 14 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter dan lama gempa 81-193 detik.
Kemudian, 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 161 detik serta 12 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-6 milimeter dan lama gempa 61-67 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 596 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 308 kali letusan.
(Baca: Mayoritas Warga Indonesia Akses Informasi Kualitas Udara dari Media Sosial)