Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tangerang semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 5,19 persen, turun 0,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 124.760 jiwa, berkurang 4.150 jiwa, di tengah jumlah penduduk yang tumbuh 22,89 persen menjadi 2.405.464 jiwa.
Dari catatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kota Tangerang tercatat 6,88 persen pada tahun 2010. Angka terendah terjadi pada tahun 2004 yaitu 4,19 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi sebesar 46,01 persen terjadi tahun 2006, sedangkan pertumbuhan terendah -23,24 persen tercatat pada tahun 2007.
(Baca: Peringatan Dini Cuaca Banten: Hujan Lebat Disertai Petir Sore Ini, Mulai Pukul 15.50 WIB)
Secara nasional, peringkat persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 417 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan adalah 5,50 persen, angka 2025 lebih rendah dari nilai tersebut. Rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 5,64 persen, angka 2025 juga lebih rendah dari rata-rata ini.
Peringkat nasional Kota Tangerang bergeser dari urutan 411 tahun 2023 menjadi 424 tahun 2024, lalu kembali ke urutan 417 pada tahun 2025. Data perbandingan menunjukkan variasi kondisi kemiskinan antar wilayah tetangga di Provinsi Banten dengan nilai dan tren pertumbuhan yang berbeda satu sama lain.
Kota Cilegon
Berada di peringkat 491 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 3,44 persen dengan penurunan sebesar 8,27 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.050 jiwa dari total 466.849 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 696,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 322,68 juta rupiah per tahun yang menempati peringkat 13 tertinggi nasional.
(Baca: 10,07% Penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Lebak
Peringkat 287 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 8,03 persen dan turun sedikit 4,86 persen tahun ini. Terdapat 106.520 jiwa penduduk miskin dari total 1.326.772 jiwa penduduk yang menetap. Garis kemiskinan berada di angka 455,83 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,72 juta rupiah per tahun, berada di urutan 459 secara nasional.
Kota Tangerang Selatan
Menduduki peringkat 510 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 2,39 persen yang termasuk salah satu angka terendah di Indonesia. Angka kemiskinan ini naik sedikit 1,27 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat 44.610 jiwa penduduk miskin dari total 1.864.205 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 864,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 85,48 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Serang
Wilayah ini menempati peringkat 452 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 4,48 persen, turun sedikit 0,67 persen dari tahun sebelumnya. Terdapat 68.510 jiwa penduduk miskin dari total 1.530.292 jiwa penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 461,39 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 63,28 juta rupiah per tahun di peringkat 194 nasional.