- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data satelit Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), rata-rata intensitas cahaya malam di Jawa Timur mencapai 5,11 pada 2025.
Intensitas cahaya malam mengukur tingkat penerangan yang terekam satelit pada malam hari.
Ukuran yang dipakai adalah nanowatt per sentimeter persegi per steradian (nW/cm²/sr), yang menggambarkan kekuatan cahaya yang ditangkap sensor satelit.
Semakin besar angkanya, semakin terang wilayah tersebut pada malam hari.
Angka tiap daerah merupakan rata-rata dari seluruh wilayahnya.
Karena itu, daerah yang luas dengan satu pusat terang cenderung punya nilai lebih rendah.
Dari seluruh wilayah di Jawa Timur, Kota Surabaya tercatat paling terang dengan 29,28, sedangkan Kab. Pacitan paling redup dengan 0,44.
Adapun sepanjang 2022 hingga 2025, rata-rata di provinsi ini naik dari 4,12 ke 5,11.
Berikut daftar kabupaten/kota dengan intensitas cahaya malam tertinggi, diurutkan dari yang paling terang.
- Kota Surabaya: 29,28
- Kota Madiun: 18,67
- Kota Mojokerto: 16,94
- Kota Malang: 14,71
- Kota Pasuruan: 11,19
- Kota Probolinggo: 11,11
- Kab. Sidoarjo: 10,4
- Kota Blitar: 9,43
- Kota Kediri: 9,01
- Kab. Mojokerto: 5,18
Sebagai catatan, nilai di atas sudah dibersihkan dari cahaya latar yang bukan berasal dari aktivitas manusia, seperti pantulan cahaya bulan dan awan tipis.
Citra satelit yang dipakai memiliki resolusi sekitar 464 meter, sehingga objek yang lebih kecil dari ukuran tersebut tidak terpisah satu sama lain.
Rata-rata provinsi juga merupakan rata-rata dari nilai tiap kabupaten/kota tanpa memperhitungkan perbedaan luas wilayah, sehingga tidak sama dengan rata-rata provinsi secara keseluruhan.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi dan Kontribusi PDRB 2022, Daerah Mana Penyumbang Terbesar?)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.13 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |