1.036 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Rabu, 22 Juli 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 22/07/2026 11:34 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 1.036 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 592 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (22/7/2026) pukul 11.34 WIB. Dari 1.036 titik panas terdeteksi, 11 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 969 titik skala sedang, dan 56 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Titik Banjir Jakarta Bertambah (23 Januari 2026 Pukul 12.00 WIB))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Selatan sebanyak 172 titik. Jawa Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 121 titik. Kalimantan Barat berada di posisi ketiga sebanyak 107 titik panas.

Sebanyak 100 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, Papua Selatan menyusul dengan 71 titik panas, serta Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan masing-masing memiliki 66 dan 40 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Puluhan RT di Jakarta Terdampak Banjir (5 Mei 2026))

Data Pasar

Macro update by
22 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.059 +0.08
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...