Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tebing Tinggi Turun 0,24% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara mencapai 9,54% pada 2024.
Angka tersebut turun 0,24% dari tahun sebelumnya sebesar 9,78%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,84%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Tebing Tinggi lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Tebing Tinggi yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,54% dari total penduduk.
Dibanding 32 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Utara, PoU di Kota Tebing Tinggi ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Samosir (5,31%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara pada 2024.
- Kabupaten Samosir: 5,31%
- Kabupaten Padang Lawas: 5,53%
- Kabupaten Pakpak Bharat: 6,13%
- Kabupaten Karo: 6,13%
- Kabupaten Padang Lawas Utara: 6,16%
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 6,18%
- Kabupaten Nias: 6,24%
- Kota Tanjung Balai: 6,3%
- Kabupaten Tapanuli Utara: 6,64%
- Kabupaten Labuhan Batu Selatan: 6,65%
(Baca: Beda Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Versi Bank Dunia dan BPS)