Kemenhut Deteksi 14.767 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Tengah (Rabu, 23 September 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 14.767 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 1637 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (23/9/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 14.767 titik panas terdeteksi, 693 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 13450 titik skala sedang, dan 624 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Bagaimana Cara Warga Identifikasi Udara Bersih di Tengah Buruknya Kualitas Udara?)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 8370 titik. Kalimantan Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 1493 titik. Kalimantan Timur berada di posisi ketiga sebanyak 1153 titik panas.
Sebanyak 770 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Maluku menyusul dengan 355 titik panas, serta Jawa Timur dan Maluku Utara masing-masing memiliki 254 dan 246 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Kualitas Udara Indonesia Terburuk di ASEAN pada 2022)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.17 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |