Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Yogyakarta Naik 1,61% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 27/12/2025 08:54 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta mencapai 10,35% pada 2024.

Angka tersebut naik 1,61% dari tahun sebelumnya sebesar 8,74%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 6,05%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,35% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 4 kabupaten/kota lain di Provinsi DI Yogyakarta, PoU di Kota Yogyakarta ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sleman (8,05%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi DI Yogyakarta pada 2024.

  1. Kabupaten Sleman: 8,05%
  2. Kabupaten Kulonprogo: 8,75%
  3. Kabupaten Gunung Kidul: 8,84%
  4. Kabupaten Bantul: 9,27%
  5. Kota Yogyakarta: 10,35%

(Baca: Jumlah Penduduk RI yang Bekerja Meningkat Awal 2025)

Data Populer

Loading...