Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu semester tahun 2025 sebesar 10,05 persen. Angka ini turun 0,71 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 10,76 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 6,6 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 19.670 jiwa, berkurang sebanyak 1.210 jiwa dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium I di Gorontalo Rp.21.000 per Kg (Jumat, 17 Juli 2026))
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini sempat menyentuh nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 21,19 persen. Nilai terendah angka kemiskinan tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar pernah terjadi pada tahun 2008 dengan penurunan 21,44 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi tahun 2015 sebesar 7,77 persen.
Untuk peringkat se-Indonesia, Kabupaten Mukomuko saat ini berada di urutan 220 dari total 514 kabupaten kota seluruh wilayah Indonesia. Dalam kurun 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 10,85 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 11,18 persen. Peringkat wilayah ini sempat bergeser sampai 46 posisi selama periode data yang tercatat.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Berada di peringkat 233 se-Indonesia untuk angka persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,74 persen pada tahun terbaru dengan penurunan sedikit sebesar 3,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat 595,05 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,78 juta rupiah per tahun yang tumbuh 4,51 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.610 jiwa, turun 3,09 persen dari periode sebelumnya.
(Baca: 4,4% Penduduk di Kabupaten Sidoarjo Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Bengkulu Utara
Memiliki peringkat 217 se-Indonesia, angka persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 10,07 persen atau hampir setara dengan Kabupaten Mukomuko. Wilayah ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 8,12 persen, menjadi salah satu penurunan terbesar di antara kabupaten tetangga. Garis kemiskinan berada di angka 493,89 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 43,62 juta rupiah per tahun yang tumbuh 5,84 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 31.990 jiwa, turun 7,33 persen.
Kabupaten Kepahiang
Menempati peringkat 200 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,38 persen dengan penurunan sangat besar mencapai 19,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan tercatat 496,28 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,40 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,32 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa, turun 18,85 persen dari periode sebelumnya.
Kabupaten Lebong
Pada peringkat 213 se-Indonesia, angka persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 10,10 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada di angka 540,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,59 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,33 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 12.200 jiwa, turun 2,48 persen dari periode pencatatan sebelumnya.