Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Pegunungan Arfak Turun 27,84% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat sebesar 30,71% pada 2025.
Angka tersebut turun 1,97% dari tahun sebelumnya sebesar 32,68%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 27,84%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Pegunungan Arfak lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Pegunungan Arfak yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 30,71% dari total penduduk.
Dibanding 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Pegunungan Arfak ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.
- Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
- Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
- Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
- Kabupaten Manokwari: 19,68%
- Kabupaten Fak Fak: 21,22%
- Kabupaten Kaimana: 21,98%
- Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%
(Baca: Indeks Pembangunan Manusia di 38 Provinsi Indonesia 2024)