Titik Api Masih Membayangi Sumatra dan Kalimantan Sepekan, Puncak 8.219 Titik pada 21 Oktober

1
Agus Dwi Darmawan 22/10/2026 11:17 WIB
Image Loader
Memuat...
Titik Api, Arah Angin & Asap dari Sensor VIIRS/Himawari-9 (15-21 Oktober 2026)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Titik api di Kalimantan dan Sumatra belum reda. Sepanjang 15 Oktober 2026 hingga 21 Oktober 2026, satelit VIIRS mencatat total 33.705 titik panas (hotspot), atau rata-rata sekitar 4.815 titik per hari. Sebanyak 26.745 titik terdeteksi di Kalimantan dan 6.960 titik di Sumatra, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.

Jumlah titik panas harian naik turun, tetapi tidak pernah mendekati nol. Pada 15 dan 16 Oktober 2026, jumlahnya hampir sama, yaitu 3.971 dan 3.958 titik. Angka itu naik menjadi 5.663 titik pada 17 Oktober 2026 dan 5.570 titik pada 18 Oktober 2026. Titik terendah tercatat pada 19 Oktober 2026 dengan 2.993 titik, lalu naik lagi menjadi 3.331 titik pada 20 Oktober 2026.

Lonjakan terbesar terjadi pada 21 Oktober 2026, dengan 8.219 titik panas dalam 24 jam. Angka itu sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya dan hampir 2,8 kali lipat dibandingkan hari dengan titik terendah pada pekan yang sama.

Dari sisi intensitas, rata-rata Fire Radiative Power (FRP) atau energi radiasi panas selama sepekan adalah 6,4 MW per titik. Gugus api terpanas terdeteksi pada 16 Oktober 2026 di wilayah Sumatra bagian selatan (koordinat sekitar -3,38, 105,24) dengan radiasi 329,6 MW. Di Kalimantan, gugus api terpanas terdeteksi pada 17 Oktober 2026 (koordinat sekitar -3,15, 111,98) dengan radiasi 262,8 MW. Keduanya jauh di atas rata-rata, menandakan kobaran api terbuka yang kuat.

Angin permukaan (10 meter) di Kalimantan sepanjang pekan dominan bertiup menuju barat laut, sehingga asap dari titik api cenderung terbawa ke arah tersebut. Pada 15 Oktober 2026, angin bertiup menuju barat-barat laut (sekitar 297 derajat) dengan kecepatan rata-rata 14,1 kilometer per jam. Arah itu bergeser menjadi barat laut pada 16 hingga 17 Oktober 2026, kembali ke barat-barat laut pada 18 hingga 19 Oktober 2026, lalu menjadi barat laut pada 20 Oktober 2026.

Pada 21 Oktober 2026, hari dengan titik api terbanyak, angin bertiup menuju utara-barat laut (sekitar 341 derajat) dengan kecepatan 11,4 kilometer per jam. Kecepatan angin cenderung melemah dari 14,1 kilometer per jam di awal pekan menjadi 10,6 hingga 11,4 kilometer per jam di akhir pekan, dengan rata-rata 12,2 kilometer per jam.

Animasi citra satelit Himawari-9 pada visual di atas memperlihatkan selubung asap yang terus bergerak mengikuti angin. Bahkan pada hari dengan titik api paling sedikit, asap masih terlihat di atas kedua pulau.

Data titik panas bersumber dari sensor VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite) pada satelit Suomi-NPP (NASA FIRMS, resolusi 375 meter) dalam mode Near Real-Time. Animasi citra awan dan asap memakai citra satelit cuaca Himawari-9 (GeoColor, RAMMB/CIRA SLIDER), dipadukan data angin permukaan 10 meter dari model reanalisis cuaca ERA5 (Open-Meteo).

Catatan: jumlah titik panas adalah deteksi satelit, bukan jumlah kebakaran yang terkonfirmasi di lapangan. Satu kebakaran besar dapat terdeteksi sebagai banyak titik. Data 22 Oktober 2026 belum lengkap sehingga tidak dihitung. Pembagian wilayah memakai batas bujur 108 derajat BT.

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
22 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.044 +0.26
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...