Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung pada tahun 2025 sebesar 5,15 persen. Angka ini turun 0,63 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 10,9 persen. Selama periode yang sama, jumlah penduduk wilayah ini tumbuh 6,46 persen menjadi 263.300 jiwa.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Jawa Timur Maret 2026: Naik Jadi Rp.558,03 Ribu per Kapita/Bulan)
Sepanjang catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 15,96 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking nasional wilayah ini terus bergeser, dari urutan 252 pada tahun 2004 menjadi urutan 421 secara nasional pada tahun 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan selama 3 tahun terakhir berada di angka 5,60 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 5,92 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 25,02 persen, sementara pertumbuhan kenaikan kemiskinan terbesar tercatat pada tahun 2006 sebesar 14,49 persen.
Kabupaten Dharmasraya
Berada pada urutan 445 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka kemiskinan 4,61 persen dengan penurunan sebesar 13,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 293.662 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 633,45 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 62,05 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 5,33 persen.
Kota Padang Panjang
Urutan 427 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 4,97 persen dan penurunan sebesar 6,4 persen dari tahun lalu. Jumlah penduduk berjumlah 58.299 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 660,71 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 84,09 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi diantara kelompok wilayah perbandingan ini.
(Baca: 5,61% Penduduk di Kota Padang Sidimpuan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Padang Pariaman
Menduduki peringkat 391 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 5,86 persen, mengalami penurunan sebesar 6,54 persen pada tahun terakhir. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk 428.405 jiwa, garis kemiskinan sebesar 590,50 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 59,49 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 1,37 persen.
Kota Payakumbuh
Berada di peringkat 429 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatat angka 4,95 persen dengan penurunan sebesar 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 148.921 jiwa, garis kemiskinan sebesar 674,81 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 66,04 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 3,47 persen.
Kabupaten Solok Selatan
Peringkat 383 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 6 persen dan penurunan sebesar 8,54 persen pada periode terakhir. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk 190.778 jiwa, garis kemiskinan sebesar 558,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,99 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah di kelompok ini.
Kabupaten Agam
Menduduki urutan 384 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,97 persen dan penurunan sebesar 12,59 persen dibanding tahun lalu. Jumlah penduduk mencapai 512.420 jiwa, garis kemiskinan sebesar 570,32 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 52,21 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,43 persen.