Indonesia membukukan impor dengan Hungaria sebesar US$ 131,19 juta data per Desember 2020. Nilai tersebut naik 31,85% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 99,5 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Hungaria, impor dalam 10 tahun terakhir telah banyak berkurang. Terendah impor Indonesia adalah US$ 61,45 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 341,17 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Hungaria, 0,03 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,05 ribu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Hungaria. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya
Masuk dalam kode HS 85, Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan Perekam dan reproduksi suara, televisi.. Impor produk ini dari Hungaria berada di urutan pertama. Indonesia mengimpor senilai US$ 72.140 ribu. Nilai impor Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya;Perekam dan reproduksi suara, televisi.. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 22.567 ribu.
- Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler. Nilai impor dari Hungaria pada 2020 tercatat US$ 26.210 ribu. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 48.702 ribu.
- Produk Kimia Lain -lain
Untuk produk , Indonesia banyak mengimpor Produk Kimia Lain -lain dari Hungaria. Nilai impor produk ini tercatat sebanyak US$ 5.712 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 724 ribu. Impor Produk Kimia Lain -lain dari Hungaria tercatat berada di urutan 28. Selain negara tersebut, impor terbesar Produk Kimia Lain -lain berasal dari Cina, Jepang, Korea, Republik, Amerika Serikat dan Singapura. Indonesia juga tercatat mengimpor produk ini dari 72 negara. .
- Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah..
Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 116 negara. Impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. dari negara ini berada di urutan 34. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 5.042 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. berasal dari Cina, Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Jerman.
- Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi
Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari 66 negara. Impor Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi dari negara ini berada di urutan 20. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 4.114 ribu. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Brazil, Zimbabwe, Amerika Serikat dan Singapura.