Cadangan Devisa BI Cukup Untuk Membiayai 6,9 Bulan Impor

8/8/2018, 07.55 WIB

Dipersembahkan oleh:

Cadangan devisa BI hingga akhir Juli 2018 kembali turun US$ 1,53 miliar menjadi US$ 118,3 miliar setara Rp 1.713,75 triliun.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Juli 2018 kembali turun US$ 1,53 miliar menjadi US$ 118,3 miliar (Rp 1.713,75 triliun) dari bulan sebelumnya US$ 119,8 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian yang terjadi di pasar keuangan global.

Baca selengkapnya

Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa BI tersebut masih cukup untuk membiayai 6,9 impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank sentral menganggap bahwa cadangan devisa tersebut mampu untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Cadangan devisa bank sentral telah mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir sejak Februari 2018. Dibanding posisi akhir Januari, pundi-pundi devisa BI telah menyusut US$ 13,67 miliar setara Rp 197,98 atau 10,36%. Penurunan devisa BI terbesar terjadi pada Feburari, yakni mencapai US$ 3,92 miliar atau 2,97% dari bulan sebelumnya.

Tampilkan minimal

Cadangan Devisa BI (Jan 2015-Jul 2018)

 
  • Sumber

    Bank Indonesia

  • Rilis

    Bank Indonesia 7 Agt 2018

  • Informasi lain

    Bank Indonesia

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya