Indonesia Impor Bahan Bakar Mineral Senilai US$ 3,16 Miliar dari Arab Saudi

Perdagangan
1
Agus Dwi Darmawan 05/12/2022 16:55 WIB
Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Arab Saudi pada 2021
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Indonesia membukukan impor dengan Arab Saudi US$ 3,97 miliar data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 51,79% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 2,61 miliar.

Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi, impor dalam 10 tahun terakhir menurun sangat tajam. Terendah impor Indonesia adalah US$ 2,61 miliar dan untuk impor tertinggi di angka US$ 6,53 miliar.

Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Arab Saudi, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,05 ribu produk.

Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.

  1. Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka
  2. Masuk dalam kode HS 27, Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan zat bitumen dan mineral.. Impor produk ini dari Arab Saudi berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengimpor sebanyak US$ 3,16 miliar. Nilai impor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka;zat bitumen;mineral.. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 2,1 miliar.

  3. Plastik dan artikelnya
  4. Plastik dan artikelnya dalam kategori produk dengan kode HS 39. Dari negara ini, Indonesia mengimpor US$ 390,95 juta.

  5. Bahan kimia organik
  6. Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 72 negara. Impor Bahan kimia organik dari negara ini berada di urutan ketujuh. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 322 juta. Selain negara tersebut, impor terbesar Bahan kimia organik berasal dari Cina, Singapura, Malaysia, India dan Thailand.

  7. Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan
  8. Untuk produk , Indonesia juga tercatat banyak mengimpor Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan dari Arab Saudi. Nilai impor produk ini pada 2021 US$ 14.626 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 9.863 ribu. Impor Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan dari Arab Saudi tercatat berada di urutan sembilan. Selain negara tersebut, impor terbesar Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan berasal dari Cina, Thailand, Amerika Serikat, Pakistan dan Chili. Indonesia juga tercatat mengimpor produk ini dari 40 negara. .

  9. Garam
  10. Di urutan berikutnya , Indonesia juga mengimpor US$ 14.358 ribu Garam dari Arab Saudi. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 3.190 ribu. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 67 negara. Impor Garam dari Arab Saudi tercatat berada di urutan 19. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Yordania, India, Maroko dan Thailand.

Editor :
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.