Nol Emisi Karbon di Piala Dunia 2022 Tuai Kontroversi, Berapa Produksi Emisi Karbon Tahunan Qatar?

Energi
1
Annissa Mutia 28/11/2022 15:50 WIB
Produksi Emisi Karbon Qatar dalam 1 Dekade Terakhir (2010-2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Penyelenggara Piala Dunia FIFA 2022 Qatar menyebut acara tersebut sebagai turnamen dengan emisi netral karbon atau nol karbon pertama dalam sejarah. Tetapi para kritikus lingkungan mengatakan bahwa klaim tersebut "menyesatkan" kepada publik dan memperingatkan bahwa ajang tersebut justru menimbulkan banyak masalah lingkungan lain, mulai dari limbah hingga penggunaan air.

Menurut catatan Our World in Data, Qatar menghasilkan emisi karbon sebanyak 95,6 juta ton pada 2021. Angka itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai 92,8 juta ton.

Investigasi yang dilakukan oleh kelompok lingkungan nirlaba Carbon Market Watch mempertanyakan label emisi nol karbon pada saat penyelenggaraan Piala Dunia. Lembaga itu mengatakan bahwa penyelenggara cenderung meremehkan emisi.

Carbon Market Watch mengestimasikan Qatar akan mengeluarkan sekitar 3,6 juta ton CO2 pada penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022. Jumlah itu kurang lebih sama dengan emisi tahunan Republik Demokratik Kongo.

Sebagian besar gas rumah kaca itu akan berasal dari penerbangan dan akomodasi untuk lebih dari satu juta pengunjung, serta pembangunan tujuh stadion baru, di antara infrastruktur lainnya.

Qatar mengatakan telah mengurangi emisi karbon dengan memasang sistem penerangan dan pendingin bertenaga surya, dan membangun "stadion hemat energi." Emisi yang tidak bisa dihindari, akan diimbangi dengan proyek hijau lokal.

(baca: Target Pengurangan Emisi Karbon RI Terbanyak di Sektor Kehutanan dan Energi)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.