Tak Semua Orang Mau Pakai Kompor Induksi, Ini Alasannya

Produk Konsumen
1
Adi Ahdiat 19/09/2022 15:30 WIB
Alasan yang Membuat Konsumen Tidak Tertarik Membeli Kompor Induksi (April 2020)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Pemerintah berencana menarik peredaran bahan bakar gas LPG ukuran tabung 3 kilogram (kg). Sebagai gantinya, pemerintah akan membagikan paket kompor listrik tipe induksi secara gratis kepada masyarakat di beberapa daerah.

"PLN ditugaskan untuk melaksanakan piloting konversi kompor LPG 3 kg dengan kompor induksi tahun 2022 di Kota Solo, Jawa Tengah, dan Kabupaten Badung, Bali. Masing-masing sebanyak 1.000 keluarga penerima manfaat secara gratis," kata Plt. Dirjen Ketenagalistrikkan Dadan Kusdiana, seperti dilansir Katadata.co.id, Kamis (15/9/2022).

Dadan menjelaskan, nantinya masyarakat akan mendapatkan satu unit kompor induksi dengan dua tungku masak yang masing-masing berdaya 1.000 Watt. Ditambah dua unit perlengkapan masak berupa panci dan wajan yang disertai modul Internet of Things (IoT) untuk menyimpan data konsumsi energi listrik.

(Baca: Memasak Pakai Kompor Induksi dan LPG, Lebih Hemat Mana?)

 

Tak Semua Orang Mau Pakai Kompor Induksi

Meski kompor induksi banyak diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang LPG, tampaknya tak semua orang mau beralih ke kompor jenis tersebut.

Hal ini setidaknya terlihat dalam laporan riset Rizda Noverita dan Dr Jacob Silas Mussry yang bertajuk Proposed PT PLN (Persero) Marketing Capability to Realize Induction Stove as A Preferable Option for LPG Substitution and Electrifying Lifestyle Growth (2020).

Menurut laporan itu, dari 131 orang yang disurvei, proporsi yang berminat membeli kompor induksi hanya 63,35%. Sedangkan 36,65% lainnya tidak berminat.

Dari kelompok yang tidak berminat, sebanyak 63,5% menganggap kompor induksi akan membuat tagihan listrik mereka melonjak.

Ada juga 45,2% yang tak mau membeli kompor induksi karena harus mengganti peralatan masak mereka. Pasalnya, kompor induksi hanya bisa digunakan dengan wajan atau panci yang berbahan magnet.

Survei ini dilakukan pada April 2020 terhadap 131 orang responden yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta luar Jawa-Bali.

Responden berusia antara 24-55 tahun, dan berlangganan daya listrik minimal 1.300 VA. Mayoritas responden memasak tiap hari menggunakan kompor berbasis LPG, dengan pengeluaran untuk bahan bakar memasak sekitar Rp30.000-Rp150.000 per bulan.

(Baca: Di India, Program Kompor Induksi Bikin Tagihan Listrik Melonjak)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.