Harga Gandum Naik, Putin Ingin Revisi Kesepakatan Koridor Pengiriman Gandum dengan Ukraina

Food Staples Retailing
1
Annissa Mutia 14/09/2022 16:00 WIB
Harga Gandum Dunia (15 Agustus - 14 September 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Harga gandum kembali menguat. Harga gandum bertahan di zona hijau bahkan kembali menguat 0,41% ke level US$864,00 per gantang (bushel) pada pukul 16.20 WIB pada Rabu (14/9). Sehari sebelumnya harga gandum berjangka untuk kontrak Desember 2022 di Chigaco Board of Trade (CBOT) menguat 0,20% di level US$860,50 per gantang.

Berdasarkan data Investing.com, harga gandum dibuka di level US$866,25 per gantang. Pergerakan harga gandum tertinggi pada hari ini sebesar US$867,30 per gantang dan terendah sebesar US$857,25 per gantang.

Harga gandum sempat terkoreksi 1.24% pada perdagangan Senin (12/9) di level US$858,75 per gantang. Kendati demikian, harga gandum sudah naik 7,30% dalam sebulan terakhir dan meningkat 26,29% dalam setahun terakhir. 

Mengutip Bloomberg, harga gandum berjangka naik setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik kesepakatan koridor pengiriman gandum dan biji-bijian yang telah dicapainya dengan Ukraina. Kritikan Putin tersebut menyoroti prospek penjualan dari wilayah Laut Hitam atau negara Eropa.

Menurut dia, komoditas tersebut tak dikirim ke negara berkembang, tapi justru ke negara kaya seperti Eropa. Hal itu berpotensi memicu krisis pangan global. Dia pun ingin merevisi kesepakatan tersebut.

"Mungkin ada baiknya membahas pembatasan rute dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan", tambahnya.

Putin menjelaskan, kesepakatan koridor pengiriman gandum yang diteken negaranya dengan Ukraina lewat mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Turki bertujuan membantu meringankan lonjakan harga pangan di negara-negara berkembang. Namun menurutnya, justru negara-negara Barat yang kaya yang mengambil keuntungan dari kesepakatan tersebut.

Menurut PBB, Inisiatif Butir Laut Hitam diluncurkan oleh Federasi Rusia, Turki, Ukraina, dan PBB pada 22 Juli 2022 untuk memungkinkan dimulainya kembali ekspor gandum, bahan makanan lainnya, dan pupuk dari Ukraina, termasuk amonia, melalui koridor kemanusiaan maritim yang aman dari tiga pelabuhan utama Ukraina, Chornomorsk, Odesa dan Yuzhny/Pivdennyi, di Laut Hitam ke seluruh dunia. Inisiatif ini didasarkan pada International Convention for the Safety of Life at Sea, 1974, sebagaimana telah diamandemen, (SOLAS) dan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code). Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) didirikan di bawah Inisiatif di Istanbul dan terdiri dari perwakilan senior dari Federasi Rusia, Türkiye, Ukraina, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

(Baca: Sempat Meroket, Tren Harga Gandum Berbalik Menurun di Juli)

Pergerakan Kapal

Pada 12 September, sebanyak 2,7 juta metrik ton biji-bijian (termasuk gandum) dan bahan makanan lainnya dipindahkan dari tiga pelabuhan Ukraina. Sejauh ini, 53% dari kargo adalah jagung, 23% gandum, 12% produk bunga matahari, 6% barley, 5% lobak, 1% kacang kedelai, dengan produk lain membuat sisanya.

Destinasi pengiriman pangan ini, yaitu 28% ke negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, seperti Mesir (10%), Iran dan India (5%), Sudan dan Kenya (2%), serta Djibouti, Lebanon, Somalia, dan Yaman (1%).

Kemudian, sebanyak 27% ke negara-negara berpenghasilan menengah ke atas, seperti Turki (19%), Tiongkok (8%), dan Bulgaria (<1%). Setelah itu, sebanyak 44% dikirim ke negara-negara berpenghasilan tinggi, seperti Spanyol (13%), Belanda (8%), Italia (7%), Republik Korea (5%), Rumania (4%), Jerman (2%), dan Prancis , Yunani, Irlandia dan Israel (1%). 

 

 

 

 

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.