Bukan Gudang Garam dan Sampoerna, Ini Emiten Rokok yang Catat Pertumbuhan Laba

Pasar
Penulis
Reza Pahlevi 04/08/2022 13:40 WIB
Pertumbuhan Laba Bersih Emiten Rokok (Semester I 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Tekanan naiknya cukai hasil tembakau (CHT) setiap tahunnya berdampak pada margin operasi perusahaan-perusahaan rokok. Ini pun membuat laba bersih mereka terus tergerus meski penjualan meningkat.

Hal ini terjadi pada Gudang Garam dan Sampoerna. Dua perusahaan rokok ini mengalami penurunan laba bersih meski pendapatannya meningkat.

Gudang Garam mencatatkan pendapatan sebesar Rp61,67 triliun pada semester I-2022, naik 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski begitu, laba bersih perusahaan anjlok 59,3% (yoy) menjadi Rp956,14 miliar.

Kemudian, Sampoerna mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,3% (yoy) menjadi Rp53,5 triliun. Akan tetapi, laba bersih perusahaan turun 26,1% (yoy) menjadi Rp3,05 triliun.

Perusahaan rokok yang dapat mencatat pertumbuhan laba adalah Wismilak Inti Makmur. Pertumbuhan pendapatan Wismilak diikuti dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 30,3% (yoy) menjadi Rp82,16 miliar.

(Baca: Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Tumbuh 33% pada Semester I 2022)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
see more
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.