Di Tengah Ancaman Resesi, Harga Emas Terkoreksi Sepanjang Tahun Ini

Pasar
Penulis
Viva Budy Kusnandar 03/08/2022 12:50 WIB
Naik/Turun Harga Emas dan Logam Mulia Lainnya (31 Des 2021 – 1 Agt 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Harga komoditas logam mulia/perhiasan justru turun di tengah ancaman resesi akibat tingginya inflasi di berbagai negara. Harga platinum, emas, dan perak turun sepanjang tahun ini, sedangkan palladium harganya naik.

Berdasarkan data Yahoo Finance, harga emas di New York Mercantile Exchange (Nymex) berada di level US$1.769 per troy ounce pada 1 Agustus 2022. Harga tersebut turun US$58,5 per ounce (3,2%) dibanding posisi akhir Desember 2021 (year to date/ytd).

Kemudian harga platinum (emas putih) juga menyusut 7,02% (ytd) ke posisi US$896,7 per ounce hingga awal Agustus. Begitu pula harga perak juga terkoreksi 12,89% (ytd) menjadi US$20,33 per ounce. Sedangkan, harga palladium justru naik 15,22% (ytd) menjadi US$2.198,6 per ounce pada 1 Agustus 2022.

Emas yang biasanya menjadi aset lindung nilai dari inflasi belum terlihat kenaikan harga yang signifikan hingga awal Agustus 2022. Perhatian investor justru tertuju pada harga energi (minyak mentah) yang mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun ini dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Harga minyak jenis Brent naik 26,3% (ytd) menjadi US$100,03 per barel pada penutupan perdagangan 1 Agustus 2022. Terganggunya pasokan akibat invasi Rusia ke Ukraina membuat harga minyak dunia melambung hingga di atas US$100 per barel.

(Baca: Update: Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 978.000 per Gram)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
see more
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.