IKLAN

Jumlah Penduduk yang Sudah Divaksin Dosis 1 di Bali Mencapai 3,89 juta Jiwa

Capaian Vaksinasi Dosis 1 di Bali , Update 24 Januari 22

Sumber : Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 24 Januari 2022

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Agus Dwi Darmawan

24/1/2022, 14.00 WIB

Cakupan vaksinasi dosis 1 di provinsi Bali, hari ini Senin, 24 Januari 2022, telah mencapai 114,35 persen. Angka ini setara dengan 3,89 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,41 juta orang. Sementara untuk vaksinasi dosis 2 hingga kemarin telah tercapai 98,76 persen dari target.

Berdasarkan kelompok sasaran, rincian vaksinasi untuk menangkal virus Covid-19 di provinsi ini yakni kelompok SDM kesehatan dengan target 36,84 ribu peserta. Pada dosis 1, berhasil dilakukan vaksinasi sebanyak 36,84 ribu jiwa (142,28 persen target) dan untuk vaksinasi dosis 2 telah tercapai 139 persen atau 41,27 ribu jiwa.

Vaksinasi ke petugas publik dengan target 338,39 ribu jiwa. Vaksinasi dosis 1 dilaporkan telah mencapai 1,02 juta jiwa (301,66 persen target) dan dosis 2 dengan capaian 283,34 persen atau berhasil tersalurkan sebanyak 958,81 ribu jiwa.

Kemudian vaksinasi ke lansia menarget sebanyak 454,9 ribu jiwa. Untuk dosis 1, telah diberikan kepada 382,8 ribu jiwa (84,15 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 73,34 persen atau 333,63 ribu jiwa.

Vaksinasi ke masyarakat umum yang rentan ditargetkan sebanyak 2,18 juta jiwa. Pada dosis 1, vaksinasi dilaporkan telah diberikan sebanyak 1,62 juta jiwa (74,48 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 64,22 persen atau 1,4 juta jiwa.

Sasaran lainnya, untuk kelompok remaja mulai dari usia 12-17 tahun. Di wilayah ini target yang ditetapkan sebanyak 397,24 ribu jiwa. Untuk vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 429,95 ribu jiwa (108,23 persen target). Adapun dosis 2 baru tercapai 100,95 persen atau tersalurkan kepada 401 ribu jiwa

IKLAN

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata

data terkait