IKLAN

Survei Indikator: Responden 22-25 Tahun Terbanyak Tak Setuju Program Vaksinasi Booster

Penilaian Masyarakat terhadap Rencana Pemerintah Memberikan Vaksin Booster

Sumber : Indikator Politik Indonesia, 9 Januari 2022

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Vika Azkiya Dihni

Editor: Aria W. Yudhistira

10/1/2022, 17.00 WIB

Menurut hasil survei Indikator Politik Indonesia, mayoritas atau 54,8% responden tak setuju dengan rencana pemerintah memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Survei merinci sosio demografi responden yang tak setuju pada program tersebut salah satunya berdasarkan usia. Responden yang paling banyak menyatakan tidak setuju yaitu pada rentang usia 22-25 tahun, yakni 61,8%, sementara yang setuju hanya 38,2%.

Responden usia 41-55 tahun mayoritas juga menyatakan tidak setuju dengan adanya program vaksin booster. Persentasenya tak jauh berbeda dengan responden usia 22-25 tahun, yakni sebanyak 61,6%. Hanya 35% responden pada rentang usia tersebut yang menyatakan setuju, dan sisanya 3,4% responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Kemudian, responden pada rentang usia kurang dari atau sama dengan 21 tahun yang tak setuju dengan pemberian vaksin booster sebanyak 55,9%. Sebanyak 43,2% cenderung setuju, dan 0,8% lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.

Sama halnya dengan responden usia 26-40 tahun mayoritas tak setuju dengan program vaksin booster dengan besaran 54,4%. Hanya 42,4% responden yang menjawab setuju dan 3,2% tidak tahu atau tidak menjawab.

Di sisi lain, responden usia lebih dari 55 tahun cenderung setuju dengan adanya program vaksin booster. Responden pada rentang usia tersebut yang menyatakan tidak setuju hanya 39,9%, sedangkan yang setuju 51,9%, dan 8,2% sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Indikator Politik melakukan survei pada 6-11 Desember 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Margin error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

(Baca: Survei KIC: Mayoritas Masyarakat Tak Setuju Vaksin Covid-19 Berbayar)

IKLAN