Aktivitas Angkut Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Menyusut pada 2020

Jumlah Barang yang Dibongkar dan Dimuat Melalui Pelabuhan Laut Tanjung Priok Menurut Jenis Pelayaran (2020)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Annissa Mutia

29/11/2021, 12.30 WIB

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah barang yang diangkut oleh kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 40,5 juta ton pada 2020. Jumlah ini turun 8,33% dari tahun sebelumnya.

Rinciannya, terdiri dari 24,2 juta ton barang yang dibongkar (59,8%) dan 16,3 juta ton barang yang dimuat (40,2%) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Advertisement

Dari 24,2 juta barang yang dibongkar, sebanyak 10,2 juta ton berasal dari antar pulau dan sebanyak 14 juta ton berasal dari antar negara. Sedangkan, dari total 16,3 juta ton barang yang dimuat, sebanyak 11,3 juta ton berasal dari antar pulau dan sebanyak 5 juta ton berasal dari antar negara.

Jumlah barang yang diangkut melalui Pelabuhan Tanjung Priok menurun 3,85% pada 2017 dan meningkat 4,16% pada 2018. Kemudian, jumlah barang yang diangkut menyusut 6,38 pada 2019 dan kembali menurun sebanyak 8,33 pada 2020.

Jumlah kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok tercatat sebesar 11.876 kapal. Angka tersebut turun 12,6% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini akibat munculnya Covid-19 yang menyebabkan aktivitas di pelabuhan jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, DKI Jakarta memiliki 22 pelabuhan laut, 12 pelabuhan berada di Jakarta Utara dan sisanya sebanyak 10 di Kepulauan Seribu. Dari 22 pelabuhan tersebut, hanya Pelabuhan Tanjung Priok yang melayani pengangkutan penumpang dan barang, baik nasional maupun internasional.

(Baca Selengkapnya: Kapal Kontainer Paling Banyak Melintas di Terusan Suez)

data terkait