Sumatera Utara Alami Deflasi 0,06% pada Oktober 2021

Tingkat Inflasi/Deflasi Sumatera Utara (Oktober 2020-2021)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), 3 November 2021

Disalin..

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Annissa Mutia

4/11/2021, 19.00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,06% secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Oktober 2021. Hal ini terjadi setelah tiga dari lima kota yang dijadikan indeks harga konsumen (IHK) di daerah itu mengalami deflasi.

Tiga kota IHK di Sumatera Utara yang mengalami deflasi, yakni Pematangsiantar yang mengalami deflasi sebesar 0,36%, Medan 0,05%, dan Gunung Sitoli 0,07%. Sementara, dua kota lainnya, yakni Sibolga dan Padangsidimpuan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,11% dan 0,06%.

Advertisement

Deflasi di Sumatera pada bulan lalu merupakan yang keempat kalinya sepanjang tahun ini. Deflasi di provinsi ini sebelumnya terjadi pada Februari, Maret, dan Agustus 2021. Sumatera Utara tercatat mengalami deflasi sebesar 0,33% (m-to-m) pada Februari 2021. Sebulan setelahnya, provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,03% (m-to-m). Lalu, pada Agustus 2021, provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,1% (m-to-m). 

Selain itu menurut BPS, deflasi di Sumatera Utara terjadi karena adanya penurunan harga dari tiga kelompok pengeluaran. Misalnya di Medan, deflasi dampak penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,15%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,65%, serta penurunan harga pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,41%. 

Sebaliknya, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,02%, kelompok kesehatan 0,10%, dan kelompok transportasi 0,16%. Kemudian, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi  0,01%. 

Selanjutnya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 0,11%. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami sebesar 0,26%. Adapun dua kelompok lainnya yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. 

(Baca: Inflasi Indonesia Naik Jadi 0,12% pada Oktober 2021)

data terkait