Ada Pandemi, 17,7% Anak Usia 10-17 Tahun di NTB Menjadi Pekerja

Kegiatan Anak Usia 10-17 Tahun Selama Seminggu Terakhir di Nusa Tenggara Barat (2020)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Aria W. Yudhistira

11/10/2021, 11.40 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sebagian besar kegiatan anak usia 10-17 tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah bersekolah yaitu sebesar 70,31%. Namun, angka ini turun 12,84 poin dari tahun sebelumnya yang mencapai 83,15%.

Penurunan angka anak yang bersekolah pada 2020 disebabkan selama pandemi, anak-anak harus belajar di rumah sehingga mereka memiliki banyak kegiatan lain selain sekolah. Persentase anak yang bersekolah di perkotaan lebih tinggi dari di perdesaan yakni 76,09% berbanding 64,73%.

Berikutnya, sebanyak 17,72% anak usia 10-17 tahun di NTB memiliki kegiatan utama bekerja selama seminggu terakhir. Kondisi ini dapat juga dipengaruhi oleh pandemi di mana anak-anak lebih banyak yang membantu orang tua untuk bekerja.

Status pekerjaan anak dalam rumah tangga adalah sebagai pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar.

Anak-anak juga membantu orang tua dalam mengerjakan pekerjaan rumah, terlihat dari persentase anak yang mengurus rumah tangga sebesar 4,42%.

Persentase anak perempuan yang mengurus rumah tangga lebih besar dibandingkan anak laki-laki (6,34% berbanding 2,46%). Sebaliknya, persentase anak laki-laki yang bekerja lebih besar dibanding anak perempuan (18,76% berbanding 16,71%).

(Baca Selegkapnya: Sebanyak 45,4 Juta Balita di Dunia Menderita Kekurangan Gizi Akut)

data terkait